Tampilkan postingan dengan label Semen Padang FC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semen Padang FC. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

[Match Analysis] Arema 2-1 Semen Padang: Arema Unggul Segalanya.

Sore itu di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang dalam suhu yang sangat panas menyentuh angka 33 derajat celcius pertandingan pertama Babak Delapan Besar ISL 2014 mempertemukan Peringkat 1 Wilayah Barat melawan Peringkat 3 Wilayah Barat, Arema vs Semen Padang. Pertandingan itu berkesudahan 2-1 untuk kemenangan tuan rumah, dua gol Samsul Arif hanya berbalas satu gol M. Nur Iskandar sukses memberi revans yang manis bagi Singa Gila. Saya yang sore itu berkesempatan hadir di stadion hendak mencoba menganalisis pertandingan tersebut.



Senin, 09 Desember 2013

[FM Story] Semen Padang 2013/2014

Oke, kali ini saya tidak membahas soal tulisan sepakbola membosankan saya. Kali ini saya hadir dengan bercerita tentang sebuah game yang membuat saya lupa makan, lupa nugas dan juga lupa kalau sedang jomblo. :|
Yups, Football Manager (FM), game yang sudah saya mainkan sejak game ini bernama FM 2008 dan berevolusi setiap tahunnya. Game yang sangat dicintai sekaligus dibenci, dicintai karena kita bisa liar berfantasi dan jadi makin tau seperti apa dunia permenejeran yang sesunggugnya. Dibenci ya karena kita bisa lupa segalanya, setiap waktu kita dedikasikan hanya untuk game ini.



Oke sekian dulu kata mukodimahnya, kali ini saya akan bercerita musim pertama saya, memakai tim kota kelahiran saya, Semen Padang. Alasannya karena udah ada ikatan cinta, juga biar terkesan real, karena beberapa musim terakhir Semen Padang selalu memakai pelatih putra daerah, mulai dari Nil Maizar, Suhatmam Imam hingga yang terbaru Jafri Sastra.

Jumat, 29 November 2013

Semen Padang Cup, Youth Policy Dan Krisis Striker

Beberapa minggu ke belakang di seluruh kota atau kabupaten di Sumatera Barat mungkin sedang demam bola --kenapa saya menggunakan mungkin, karena saat ini saya memang tidak di Sumbar, sedang kuliah di luar, karena tim Semen Padang FC membuat gebrakan yang memang sudah dilakukan beberapa tahun lalu, yaitu Semen Padang Cup. Sebuah turnamen yang melibatkan tim-tim sepakbola yang mewakili daerah tingkat dua di Sumatera Barat, yang  mana peserta dari turnamen ini adalah pemain berusia di bawah 21 tahun.



Rabu, 15 Mei 2013

Beberapa Catatan Pasca Pertandingan Semen Padang vs SHB Da Nang

Selamat! Semen Padang kembali melanjutkan sepak terjang nan fenomenal mereka di AFC Cup, kemanangan 2-1 atas SHB Da Nang membawa tim Bukit Karang Putih menyamai rekor terbaik yang pernah dicetak oleh tim Indonesia di turnamen ini. Sekali lagi saya ucapakan selamat!


Minggu, 16 Desember 2012

Piala Gubernur Aceh 2012

Sebuah turnamen Internasional yang dihelat di Nangroe Aceh Darussalam, mengikutsertakan enam tim dari tiga negara berbeda. Turnamen ini akan dilaksanakan mulai tanggal 15-22 Desember 2012. Semua pertandingan dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Aceh.

Rabu, 12 Desember 2012

Jadwal Semen Padang di AFC Cup 2013



March 5th : Semen Padang vs Singapore Armed Forces (venue: TBC)

March 12th : Churchill Brothers vs Semen Padang (TBC)
April 2nd : Kitchee vs Semen Padang(TBC)
April 10th : Semen Padang vs Kitchee (TBC)
April 24th : Singapore Armed Forces vs Semen Padang (Jalan Besar Stadium)
May 1st : Semen Padang vs Churchill Brothers (TBC)

Untuk stadion baru SAFFC yang telah mengkonfirmasi ke AFC akan memakai Jalan Besar Staadium.
Tiga tim lain belum, kemungkinan Semen Padang akan menggunakan GOR Haji Agus Salim sebagai markas.

Selasa, 23 Oktober 2012

Transfer Semen Padang. Sudah Cukupkah?

Membuang tujuh pemain untuk musim depan dan sebagian besar pemain inti dilakukan Semen Padang FC (SPFC). Ferdinand Sinaga, Abdurrahmann, Samsidar, Slamet Nurcahyo, Tommy Rifka, Suheri Daud dan Dedi Hartono. Sinaga dan Rahman merupakan key player musim lalu, Sinaga sukses menjadi top skorer liga, sementara Rahman partner David Pagbe yang menjadikan pertahanan Semen Padang terbaik kedua di liga musim lalu. Samsidar, Slamet dan Tommy merupakan pemain yang acap mengisi starter tim. Semantara Suheri dan Dedi memang mendapat jam bermain yang kurang, serta performa yang kurang memuaskan.

Kamis, 12 April 2012

Terima Kasih Nil Maizar



2010, saat Arcan Iurie mewujudkan semua harapan pecinta sepakbola di Sumatera Barat. si perokok berat membawa tim kebanggaan Ranah Minang berlaga di kompetisi terbaik di Indonesia, Indonesian Super League (ISL), setelah di babak perebutan Juara Ketiga, Semen Padang sukses membekuk Persiram Raja Ampat lewat gol tunggal Edward Wilson Junior, di sore yang lembab di Manahan, Solo.





Minggu, 13 Februari 2011

ISL Watch: Persib vs Semen Padang

Persib Maung Bandung 1-1 Semen Padang FC

Date: Wednesday, February 9th 2011
Scorer: Pablo Fances 46'; David Ngan Pagbe 14'.
Stadium: Siliwangi, Bandung, West Java.
Atadence: None
Man Of The Match: Baihakki bin Khaizan (Persib)
Line Up:
Persib:
32. Dadang Dudrajat/ 81. Markus Haris Maulana 62'
5. Maman Abdurrahman
30. Nova Arianto
3. Baihakki bin Khaizan
25. Isnan Ali
24. Hariono
8. Eka Ramdani
17. Shahril bin Ishak/ 11. Rachmat Afandi 39'
7. Atep
20. Pablo Frances
99. Christian Gonzales
Coach: Daniel Roekito.

Semen Padang XI:
69. Jandia Eka Putra
27. Tommy Rifka Putra
5. David Ngan Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengki Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu/ 3. Saparuddin 90'
13. Muhammad Rizal
8. Elie Aiboy (c)/ 12. Dedi Hartono 70'
7. Suheri M Daud/ 98. Joshua Pahabol 89'
22. Edward Junior Wilson

Match Report:

Daniel Roekito secara megejutkan memasukkan dua nama yang santer dikabarkan akan segera hengkang yaitu Nova Arianto dan Baihakki Khaizan.

Pada pertandingan bertempo sedang tersebut, kedua tim terlihat ketat di lapangan tengah. Namun, pada menit ke-12 tim tuan rumah lengah saat Semen Padang mendapat tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Persib. Sehingga David Paige berhasil mencetak gol memanfaatkan umpan dari eksekusi tendangan bebas Ellie Aiboy.

Tertinggal satu gol membuat skuad Persib meningkatkan serangan, pada menit ke-23 umpan terukur mengarah ke Cristian Gonzales. Namun tandukan pemain tim nasional Indonesia tersebut masih dapat diantisipasi oleh Jandia Eka Putra.

Permainan Persib terlihat tidak berkembang bahkan beberapa kali terkena serangan balik yang berbahaya dari Semen Padang. Melihat hal tersebut Daniel memasukkan Rahmat Affandi menggantikan Shahril Ishak pada menit ke-39 untuk menajamkan serangan.

Pada menit ke-45, Persib memperoleh peluang emas. Persib memperoleh hadiah tendangan penalti setelah tendangan keras Isnan Ali mengenai tangan dari Tommy Rifka. Pablo Frances yang menjadi eksekutor gagal melaksanakan tugasnya, bola tendangannya melayang jauh di atas mistar Jandia.

Pada babak kedua, belum ada satu menit Persib langsung menekan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Pablo Frances. Gol berawal dari umpan lambung dari tengah yang dilepaskan oleh Baihakki dan dengan cerdik Pablo menanduk bola tersebut dan membuat kedudukan menjadi 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan membuat Persib tampil lebih percaya diri dan terus menekan Semen Padang. Pada menit ke-65 tandukan Gonzales hampir menjebol gawang Jandia, namun bola masih dapat dihalau lini pertahanan Semen Padang tepat di garis gawang.

Pada menit ke-84, melalui serangan balik Semen Padang mengancam melalui Edward Wilson. Namun sayang meskipun tinggal berhadapan dengan Markus Haris Maulana, Wilson gagal menyarangkan bola. Kedua tim gagal memanfaatkan sisa waktu untuk mencetak gol, sehingga skor 1-1 tetap bertahan sampai pertandingan usai.

source: BLI Online & GOAL.com
Coach: Nil Maizar

ISL Watch: Sriwijaya vs Semen Padang

Sriwijaya FC 5-0 Semen Padang FC

Date: Sunday, February 6th 2011.
Scorer: Keith Kayamba 25', Rudi Widodo 32', Budi Sudarsono 40' 85', Korinus Fingkrew 81'.
Stadium: Gelora Jakabaring, Palembang, South Sumatera.
Attadence: 15431.
Referre: Jimmy Napitupulu.
Man Of The Match: Budi Sudarsono (Sriwijaya FC)
Line Up:
Sriwijaya:
12. Ferry Rotinsulu
6. Claudiano Alves dos Santos/ 5. Boby Satria 82'
8. Thiery Gautiessy/ 16. Achmad Jufrianto 68'
22. Supardi
23. Muhammad Ridwan
9. Mahadirga Lasut
11. Ponaryo Astaman
24. Mahyadi Panggabean
17. Keith Kayamba Gumbs
13. Budi Sudarsono
20. Rudi Widodo/ 30. Korinus Fingkrew 45'
Coach: Ivan Kolev (Bul)

Semen Padang XI:
1. Samsidar/ 69. Jandia Eka Putra 46'
25. Anda Hermawan/ 27. Tommy Rifka Putra 43'
5. David Ngan Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengki Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo/ 3. Sapparudin 72'
12. Dedi Hartono
22. Edward Junior Wilson
26. Saktiawan Sinaga.
Coach: Nil Maizar.

Match Reports:

Sriwijaya FC memperoleh hasil mengesankan dengan menggilas Semen Padang lima gol tanpa balas di Stadio Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu [6/2], dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11.

Kemenangan itu membawa Sriwijaya FC naik ke posisi tujuh klasemen sementara dengan nilai 17 dari 12 laga yang sudah dijalani. Raihan angka Laskar Wong Kito sama dengan PSPS Pekanbaru, namun Sriwijaya FC unggul selisih gol.

Sebaliknya, kegagalan mendulang angka di Palembang membuat Semen Padang gagal mendekati Persipura Jayapura. Tim Kabau Sirah tetap berada di posisi kedua dengan nilai 25.

Tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Sriwijaya tampil dominan, dan mengambil inisatif menyerang sejak pluit kick-off ditiupkan wasit. Sebaliknya, Semen Padang mengalami kesulitan keluar dari tekanan tim tuan rumah.

Pada menit ke-24, publik tuan rumah bersorak kegirangan ketika tendangan Kayamba Gumbs usai menerima umpan matang dari Ponaryo Astaman merobak gawang Semen Padang. 1-0 untuk keunggulan Sriwijaya FC.

Tertinggal satu gol, Semen Padang berusaha bangkit dan menyamakan kedudukan. Namun upaya itu menjadi berat setelah Semen Padang hanya bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah yang diperoleh Saktiawan Sinaga pada menit ke-31, karena dianggap melakukan pelanggaran keras.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan maksimal oleh Sriwijaya FC. Selang dua menit kemudian, tendangan Rudi Widodo menggandakan keunggulan. Lima menit sebelum babak pertama berakhir, Budi Sudarsono memperbesar keunggulan, sehingga jeda laga ditutup dengan skor 3-0.

Kendati tertinggal tiga gol, Semen Padang tetap tidak mau menyerah dan terus berusaha memperkecil ketertinggalan. Sejumlah variasi serangan dikembangkan tim tamu, tapi tidak menghasilkan gol.

Di pertengahan babak kedua, permainan Semen Padang mengalami penurunan. Sriwijaya FC yang unggul jumlah pemain kembali melakukan tekanan untuk memperbesar selisih gol dari tamunya.

Pada menit ke-81, tendangan pemain anyar Korinus Finkreuw memperbesar keunggulan Sriwijaya. Budi kemudian mencetak gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-85. Laga tersebut akhirnya ditutup dengan skor 5-0.

source: BLI Online & GOAL.com

Nil dan Pep part 2 (forward from SPARTACKS Cyber)

Lanjutan tulisan dari wartawan olahraga lokal Sumatera Barat yang saya forward dari SPARTACKS Cyber

oleh: Rizal Marajo

SUATU hari, seseorang dengan nomor yang tak ada dalam daftar kontak saya (.red), mengirim SMS panjang lebar, sampai-sampai ponsel butut saya tak kuat menampungnya secara utuh. Isi SMS itu menanggapi tulisan saya yang dipublikasi di harian Singgalang dan jejaring sosial, tentang sosok Nil Maizar.

Dalam tulisan itu saya menulis tentang “kekagetan” saya, ketika Nil Maizar ditunjuk jadi pelatih kepala Semen Padang. Saya mungkin juga agak usil juga, mengambil sosok Pep Guardiola sebagai referensi untuk mendorong dan menyemangati Nil dalam mengemban tugasnya itu. Supaya lebih hot, saya beri judul “Nil dan Pep”.

Inilah yang jadi masalah, “teman” saya itu kurang senang, dan tega-teganya menyempatkan diri mengirim SMS sepanjang tali baruak itu. “Mambuek berita tu nan iyo-iyo se lah Zal, jan dibandiang-bandiang loh si Nil tu jo Pep lai. Ndak pas tu doh, jauah lai mah. Jadi baban nan ka lai dek nyo tu mah,” begitu kira-kira inti SMS teman itu. Saya anggap teman, karena hati saya mengatakan dia pasti orang yang kenal baik dengan saya.

Karena saya merasa tak pernah membandingkan Nil dan Pep dalam tulisan itu, dan hanya sebatas menyodorkan referensi bernama Pep kepada Nil, agar dia bisa belajar dan menimba ilmu dari sukses lelaki Barcelona itu, maka saya hanya menjawab singkat SMS itu.

“Mungkin uda bisa baca ulang lagi tulisan itu, mudah-mudahan ketemu intinya. Kalau ketemu mungkin uda akan menyesal telah repot-repot mengirim SMS sepanjang itu kepada saya,” jawab saya via SMS juga. Setelah itu, sampai kini nomor bersangkutan tak pernah aktif lagi.

SMS itu, adalah satu dari banyak suara yang menyangsikan kemampuan Nil melatih “Kabau Sirah”. Kalau dilihat di jejaring sosial, atau hasil bincang-bincang saya dengan para insan sepakbola Kota Padang, tidak sedikit yang langsung memvonis Nil bakal gagal. “SP siap-siap kembali ke divisi I,” tulis sesorang di facebook.

Banyak juga yang memaki manajemen, dianggap goblok segala macam, karena berani-beraninya memberi tongkat komando kepada “pelatih hijau” sepeti Nil saat SP baru promosi ke Liga Super. Kemudian ada juga yang bilang, Nil belum pantas dan harus banyak belajar dulu sebelum dibercaya jadi pelatih kepala.

Saya sampai kewalahan meyakinkan publik di media atau jejaring sosial, agar mereka tak langsung “membenamkan” sebelum Nil diberi kesempatan untuk bekerja dan membuktikan diri. Padahal ini kesempatan langka bagi pelatih putra daerah untuk menangani Semen Padang. Kapan mau maju, kalau belum apa-apa sudah diremehkan, dilecehkan kemampuannya, bakan “dibunuh” secara dingin dingin.

Selain faktor itu, saya berani “pegang” Nil dan percaya dia akan mampu mengemban tugas berat dari manajemen itu, karena saya kenal Nil bukan baru sehari dua hari atau baru kenal saat melihat namanya muncul di jejaring sosial.

Saya tahu betul karakter dia, dia sosok yang mau belajar, pekerja keras, mau menerima masukan dan tidak alergi dikritik. Diluar itu, saya pun tahu, hidupnya memang diabdikannya untuk sepakbola. Dia pekerja sepakbola yang telah memilih dunia itu untuk pilihan hidupnya. Itu saja sudah memberi saya pesan khusus, dia akan mampu bekerja dengan baik.

Waktu sudah menjawab, perjuangan berat dan panjang hingga putaran pertama Indonesia Super League (ISL) berakhir bisa dilewati dengan baik. Nil tentu tidak sendiri, tapi itu hasil yang setimpal untuk kerja kerasnya beserta asistennya dan sosok yang sangat dihormatinya dibelakangnya, yakni penasehat teknis Suhatman Imam. Ditambah dukungan manajemen dan tentu saja suporter, Nil bisa membawa timnya di posisi yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya.

Sebagai tim promosi menduduki peringkat empat di paroh musim, cukup layak disebut sebuah prestasi. Imbasnya, SP sekarang adalah “Kuda Hitam” yang semakin diperhitungkan, dan berpotensi mengacak-acak kekuatan-kekuatan tim yang secara tradisi selama ini menguasai Liga Indonesia.

Bukan hanya soal posisi empat itu, tapi yang lebih penting dilihat, bagaimana dia membangun skuadnya jadi tim yang solid, bersemangat dan bisa memainkan sepakbola yang memikat. Tiga hal itu juga yang telah “mengundang” publik kembali ramai-ramai mendatangi Stadion H. Agus Salim Padang. Hal yang sudah lama menghilang. Hal itu pula yang membuat publik tak lagi malu-malu kucing memakai jersey Semen Padang dimuka umum.

Dulu banyak juga yang meragukan, apakah pelatih dengan reputasi masih minim seperti Nil akan punya kharisma dan wibawa dimata para pemainnya. Tapi diakui atau tidak, salah satu kunci sukses Nil adalah dia mampu menyatukan skuadnya untuk sesuatu yang disebutnya keluarga, dalam rumah yang bernama Semen Padang FC.

Sejatinya, Nil memang bukan pelatih otoriter yang pendekatannya cenderung keras pada pemain. Dia tipikal pelatih yang bisa merangkul pemainnya dengan pendekatan personal yang lebih halus, dan menyentuh sisi terdalam di hati pemain, tanpa mengabaikan disiplin.

Orang bilang, chemistry yang dia ciptakan mampu membuat pemainnya merasa sayang pada dirinya dan mau berbuat yang terbaik untuknya. “Lupakan yang terjadi hari ini, lawan Persema kita tebus,” katanya diruang ganti ketika SP menelan kekalahan lawan Arema Indonesia. Dia tidak mencak-mencak memarahi pemainnya atau berkoar di media masa menyalahkan pemainnya. Hasilnya, Persema berhasil dikalahkan.

Lawan Sriwijaya FC, kekalahan telak 5-0 tak serta merta Nil memarahi pemain yang tampil kurang darah atau lengah. Dia hanya menanyakan kepada para pemainnya soal laga berikutnya: “Untuk apa kita pergi ke Bandung? Nah, ketika semua pemainnya menyatakan ingin meraih angka, Nil hanya berkata singkat. “Kalau begitu, mari kita kerja keras lagi,”.

Simple dan sederhana, sama bersahajanya dengan penampilan Nil yang tak seperti pelatih-pelatih lain yang umumnya tampil “jaim”, arogan, bahkan terkesan angkuh dan berlagak sudah seperti Jose Mourinho atau Joachim Loew.

Well, tulisan ini bukan untuk memuji-muji Nil Maizar, tapi hanya sedikit membuka realita kecil yang ada pada dirinya. Kita tentu berharap, Nil Maizar akan tetap bisa bekerja baik sampai kompetisi selesai. Siapapun pasti berharap, Nil bisa mempertahankan, kalau perlu meningkatkan apa yang telah dicapainya di putaran pertama.

Bagaimanapun, dia baru separoh jalan bersama timnya, dia belum sampai pada finish yang bisa dijadikan parameter berhasil atau tidaknya di bekerja. Dia belum saatnya dipuji secara berlebihan, apalagi sampai membesar-besarkan namanya secara berlebihan. Masih banyak PR dalam tim yang mesti dikerjakan dan dibenahinya. Putaran kedua adalah pembuktian sesungguhnya bagi Nil Maizar.*****

*) Penulis adalah sport editor Harian Singgalang Padang

ISL Watch: Semen Padang vs Bontang

Semen Padang FC 2-2 Bontang FC

Date: Sunday, January 30th 2011
Scorer: Esteban Vizcara 42', Suheri M Daud 86'; Eka Hera 35', Kenji Adachihara 73'.
Stadium: Haji Agus Salim, Padang, West Sumatera.
Attadence: 6574
Man Of The Match: Esteban Vizcara (Semen Padang)
Referre: Ahmad Suparman
Line Up:
Semen Padang XI:
69. Jandia Eka Putra
27. Tommy Rifka Putra/ 25. Anda Hermawan
5. David Ngan Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengki Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo
8. Elie Aiboy
26. Saktiawan Sinaga
22. Edward Junior Wilson
Coach: Nil Maizar

Bontang FC:
86. Edy Kurnia
21. Nyeck Nyobe
5. Aidin Elmi/ 11. Arbadin 45'
6. Handi Hamzah
20. Joko Sidik
45. Marcelino Mandagi
7. Arifki Eka Putra
27. Eka Hera/ 14. Fadhil Sausu 45'
9. Satoshi Otomo
10. Kenji Adachihara
8. Ali Khadafi (c)
Coach: Fachry Husaini.

Match Report:

Semen Padang gagal nyaris menelan kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri setelah bermain imbang 2-2 melawan Bontang FC dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11 di Stadion H Agus Salim, Minggu [30/1].

Raihan satu poin itu membuat Semen Padang tetap berada di posisi kedua klasemen sementara dengan nilai 25. Sedangkan Bontang FC tetap berada di dasar klasemen usai mengumpulkan poin lima.

Pertandingan ini diwarnai insiden diusirnya pelatih Bontang FC Fachry Husaini di pertengahan babak kedua setelah memprotes wasit terlalu keras, karena tidak menyatakan pelanggaran ketika Ali Khaddafi dilanggar pemain SP.

Kendati bermain di kandang lawan, Bontang FC tetap menerapkan permainan terbuka. Taktik itu cukup mengagetkan tuan rumah yang mengalai kesulitan menembus pertahanan tim tamu.

Laga baru berjalan lima menit, Bontang FC sudah menghadirkan ancaman di barisan belakang SP. Namun tendangan Arifki Eka Putra yang berada dalam posisi bebas masih melambung di atas mistar gawang SP.

SP selanjutnya berusaha keluar dari tekanan pemain Bontang FC. Tak berapa lama kemudian, SP mendapat peluang lewat Saktiawan Sinaga. Tapi tandukan striker Kabau Sirah itu belum menemui sasaran.

Publik tuan rumah langsung terbungkam ketika Eka Hera menjebol gawang Jandia Eka Putra pada menit ke-35. Eka yang tidak mendapat pengawalan menyambar bola muntah hasil tendangan Arifki.

Namun menjelang babak pertama usai, suporter SP bersorak kegirangan setelah Esteban Vizcarra mampu menyamakan kedudukan, karena sontekannya gagal dibendung Jandia. Skor imbang 1-1 ini menutup laga babak pertama.

Permainan terbuka tetap diperagakan SP dan Bontang FC di babak kedua. Serangan silih berganti dilakukan kedua tim, sehingga laga berlangsung cukup menarik.

Serangan yang dibangun SP mampu menghadirkan ancaman di pertahanan Bontang FC. Kiper Eddy Kurnia berhasil menggagalkan upaya Edward Wilson Junior yang melepaskan tendangan keras di kotak penalti pada menit ke-61.

Bontang FC memberikan respon dengan menyerang pertahanan SP. Hasilnya, pada menit ke-74 tim tamu kembali membuat publik SP terbungkam setelah Kenji Adachihara berhasil memanfaatkan umpan matang dari sisi kiri pertahanan tuan rumah.

Dua menit berselang, Bontang FC harus kehilangan pelatihnya setelah Fachry diganjar kartu merah. Kondisi ini membuat permainan Bontang FC menjadi labil, karena tak ada yang memberikan instruksi dari tepi lapangan.

Situasi itu dimanfaatkan SP untuk mengejar ketertinggalan. Empat menit sebelum laga usai, pemain pengganti Suheri Daud berhasil menjebol gawang Bontang FC menyambut umpan silang Edward Wilson.

Suheri kembali menjebol gawang Bontang FC pada masa injury time, namun dianulir wasit karena berada dalam posisi off-side. Pertandingan ini akhirnya diselesaikan dengan skor imbang 2-2.

source: BLI Online & GOAL.com

ISL Watch: Semen Padang vs Persisam Putra

Semen Padang FC 3-1 Persisam Putra Samarinda

Date: Thursday, January 27th 2011
Scorer: Saktiawan Sinaga 19', Esteban Vizcara 45', Edward Junior Wilson 64'; Pavel Solomin 82'.
Stadium: Haji Agus Salim, Padang, West Sumatera.
Attadance: 6574.
Referre: Mulyadi.
Man Of The Match: Esteban Gabriel Vizcara (Semen Padang)
Line Up:
Semen Padang XI:
69. Jandia Eka Putra
27. Tommy Rifka Putra
5. David Ngan Pagbe
3. Sapparuddin
11. Hengki Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo/ 13. M Rizal 80'
8. Elie Aiboy (c)/ 7. Suheri Daud 68'
26. Saktiawan Sinaga/ 12. Dedi Hartono 26'
22. Edward Junior Wilson
Coach: Nil Maizar


Persisam Putra
:
59. Wawan Hendrawan
4. Jacques Tsimi/ 26. Djayusman Triasdi 66'
3. Syaiful Lewenusa
16. Muhammad Robby
5. Fandy Mochtar
13. Akbar Rasyid (c)/ 24. I Wayan Gangga Mudana 81'
7. Choi Dong Soo/ 19. Agung Suprayogi 67'
28. Ronald Fagundes
17. Ahmad Sembiring
10. Julio Lopez
23. Pavel Solomin
Coach: Henri Susilo

Match Report:

Permainan apik kembali diperlihatkan Semen Padang dengan menghentikan perlawanan Persisam Samarinda 3-1 dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11, Kamis (27/1) di Stadion H Agus Salim Padang. Ini juga menjadikan SP sukses menjaga rekor tak terkalahkan di kandang sendiri.

Kemenangan ini sekaligus membawa Kabau Sirah menempel ketat posisi Persipura Jayapura di puncak klasemen. Dengan mengoleksi 24 angka, SP untuk sementara mengamankan posisi di peringkat kedua, hanya terpaut satu angka dibawah tim Mutiara Hitam.

Tampil di kandang sendiri SP langsung mengambil inisiatif penyerangan. Namun sepuluh menit pertandingan, belum ada peluang berarti yang dihasilkan. Peluang pertama baru tercipta menit ke-15, ketika tendangan Saktiawan Sinaga dari luar kotak penalti, meluncur deras ke mulut gawang. Namun, kiper Persisam Wawan Hendrawan berhasil menepisnya dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Momentum itu membuat tim asuhan Nil Maizar makin gencar menyerang. Lima menit kemudian, usaha SP membuahkan hasil. Sebuah tendangan keras Edward Wilson Junior berhasil dibelokan Saktiawan Sinaga untuk merobek gawang Persisam.

Unggul satu gol, SP kian gencar menyerang. Sementara Persisam bermain tak terlalu berkembang, sehingga usaha mereka membalas serangan selalu kandas. Nyaris tak ada ancaman berarti bagi gawang SP yang dijaga Jandia Eka Putra.

Menjelang babak pertama berakhir, SP memperbesar keunggulan jadi 2-0. Kali ini melalui Esteban Vizcarra. Gol bermula dari sepak pojok Yu Hyun Koo, dan menghasikan kemelut di depan gawang Persisam. Vizcarra melalui sontekan jarak dekat, kembali memperdaya kiper Wawan Hendrawan.

Di babak kedua, Persisam mulai berani bermain lebih menyerang. Namun kokohnya pertahanan SP yang dikomando David Pagbe, membuat Pavel Solomin, Julio Lopez, ataupun Ronal Fagundez, sulit menembus kotak penalti tuan rumah.

Justru SP yang akhirnya menambah gol menit ke-64 kembali melalui Edward Wilson Junior. Lewat serangan balik yang dirancang Ellie Aiboy, bola disodorkan kepada Dedi Hartono yang menusuk dari sayap kanan, dan melapas umpan matang yang diselesaikan Edward Wilson.

Ketinggalan tiga gol, ternyata tak membuat anak asuh Hendri Susilo patah semangat. Mereka berusaha memperkecil ketinggalan. Usaha mereka berhasil menit ke-72 melalui Pavel Solomin. Memanfaatkan kelengahan lini belakang SP, Solomin lolos dari kawalan bek-bek SP, dan berduel satu lawan satu dengan kiper Jandia. Solomin bisa memenangkan duel itu, dan menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Tapi hanya sampai disitu perlawanan Persisam, karena SP kemudian lebih bermain aman untuk mempertahankan kemenangan dengan memperkuat pertahanan. Sampai wasit Mulyadi meniup pluit panjang skor tetap 3-1 untuk SP.

source: BLI Online & GOAL.com

Nil dan Pep (forward from SPARTACKS Cyber)


Sebuah catatan ringan yang saya forward dari seorang wartawan olahraga lokal di Sumatera Barat mengenai Head Coach Semen Padang, Nil Maizar...

oleh: Rizal Marajao

SUNGGUH, ini sebuah ‘surprise” buat saya (.red), ketika manajemen Semen Padang mengumumkan Nil Maizar sebagai “head coach” Semen Padang untuk mengharungi Indonesia Super League (ISL) 2010-11.

Semenit sebelum mulut Ketua I SP, Toto Sudibyo menyatakan hal itu, saya masih berfikir dan coba menerka-nerka siapa sosok dari “luar Indarung” yang akan datang untuk menduduki kursi yang ditinggalkan Arcan Iurie.

Sedikitpun saya tak berfikir, Nil Maizar yang duduk persis disebelah saya akan diberi kepercayaan yang begitu besar. Mungkin saya terpengaruh pernyataan Toto yang begitu meyakinkan beberapa hari sebelumnya, bahwa dia lebih tertarik memakai jasa pelatih asing.

Selain itu, saya merasa belum yakin saja, kalau manajemen berani menitipkan “Kabau Sirah” kepada Nil. Apalagi untuk kompetisi sekaliber ISL, yang tingkat persaingannya tidak main-main.

Saya bukan meragukan, apalagi meremehkan kemampuan putra Payakumbuh jebolan timnas Garuda II itu. Jauh-jauh hari saya bahkan sudah menyebutnya sebagai salah satu pelatih masa depan SP yang paling berkilau. Saya hanya merasa dia masih terlalu muda, dan ‘jam terbang” sebagai pelatih masih perlu ditambah untuk tampil sebagai peracik utama strategi tim SP.

Namun dibalik itu, saya yakin 100 persen, suatu saat Nil pasti akan duduk di kursi dambaan para mantan pemain SP yang merintis karir jadi pelatih itu. Saya memperkirakan musim depan kursi itu baru akan jadi milik Nil. Ternyata fikiran saya itu kalah cepat dengan manajemen SP. Mereka begitu yakin dan percaya diri menunjuk Nil sebagai pelatih kepala di musim pertama SP bertarung di ISL ini.

Tiba-tiba fikiran saya jauh berkelana, mundur ke tanggal 8 Mei 2008. Jauh di belahan bumi yang lain, pada tanggal itu seorang pria sebaya Nil yang bernama Josep “Pep” Guardiola menerima amanah yang nyaris sama dengan Nil saat ini. Pep saat itu diangkat menjadi pelatih Barcelona menggantikan Frank Rijkaard. Sama dengan Nil, itu adalah pengalaman pertama Pep melatih tim senior almamaternya itu.

Saya sama sekali tak hendak membandingkan Pep dengan Nil, karena hal itu sangat tidak logis. Sama tidak logisnya membandingkan sepakbola Spanyol dan Indonesia. Tapi saya bermimpi dan berharap Nil bisa menjadikan Pep sebagai sebuah insipirasi dalam bekerja sebagai pelatih SP.

Tegas dengan keputusan, itulah sikap pertama Pep. Walau dihantam kritik karena berani membuang pemain sekaliber Deco, Ronaldinho, ataupun Gianluca Zambrotta, tapi dia bisa membuktikan kebenaran keputusannya. Barca dibawanya menjuarai enam trophy semusim; Divisi Primera, Liga Champions, dan Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Super Eropa dan juara dunia antar klub.

Kemudian, sebagai pemain yang dibesarkan Barcelona, Pep memahami mentalitas dan karakter “El Barca”. Ia tahu betul, mana pemain yang tepat bagi klub atau tidak. Sejatinya Nil juga bisa seperti Pep, karena dia sudah tahu luar dalam, Semen Padang itu apa dan seperti apa.

Hal terakhir dan terpenting yang membuat Pep tercatat sebagai pelatih debutan tersukses sepanjang sejarah di Eropa, yang mungkin bisa dicontek Nil. Kepercayaan kepada pemain, kerendahan hati, keinginan untuk selalu belajar, dan tak kenal takut, adalah empat poin plus yang bisa disadap Nil.

Menang atau kalah tak ada dalam kamus Pep. Ia tidak pernah pusing hasil akhir, karena itu ditentukan banyak faktor, termasuk wasit. Itu artinya, Nil tinggal minta pada pasukannya untuk konsisten kepada ideologi dan filosofi bermain yang diajarkannya kepada pasukannya. “Well”, selamat bertugas Nil Maizar.o***

*)Penulis adalah sport editor Harian Singgalang Padang

**)Sudah dipublish di harian singgalang, Rabu (28/7)

Originaly Post : SPARTACKS Cyber


Senin, 24 Januari 2011

ISL Watch: Persijap vs Semen Padang

Persijap Jepara 1-1 Semen Padang...

Date: Wednesday, January 19th 2011
Scorer: Evaldo Silva 19'; Edward Junior Wilson 24'
Stadium: Gelora Bumi Kartini, Jepara, Central Java
Atadence: 7000
Referre: Setiyono S.Pd
Line Up:

Persijap:
82. Danang Wihatmoko
4. Evaldo Silva (c)
18. Nurul Huda
5. Kasiadi
44. Ferly La'Ala / 29. Catur Rintang 73'
77. Danan Puspito
7. Enjang Rohiman / 27. Anggo Julian 63'
88. Mahendri Tri Saputra / 22. Gendut Doni 26'
19. Johan Juansyah
16. Riski Noviansyah
99. Noor Hadi
Coach: Suimin Diharja;

Semen Padang:
69. Jandia Eka Putra
27. Tommy Rifka
5. David Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengky Ardiles
23. Esteban Vizcra / 3. Saparuddin
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo
8. Elie Aiboy / 12. Dedi Hartono
26. Saktiawan Sinaga / 7. Suheri Daud
22. Edward Junior Wilson
Coach: Nil Maizar.

Match Report:
Persijap Jepara belum meraih kemenangan pada tiga laga mereka di bulan pertama 2011 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Semen Padang di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu [19/1], dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11.

Hasil imbang itu menjadi poin pertama Persijap di awal tahun 2011. Sebelumnya, Persijap menelan kekalahan di kandang Deltras Sidoarjo dan Persela Lamongan. Tambahan satu poin hanya naik satu tangga ke peringkat sepuluh dengan nilai 11. Posisi itu bisa berubah jika Sriwijaya FC mengalahkan tuan rumah Bontang FC malam ini.

Sebaliknya, sukses menahan imbang Persijap membuat Semen Padang belum menelan kekalahan di lima pertandingan. Kekalahan terakhir yang diderita tim Kabau Sirah terjadi ketika bertandang ke markas Arema Indonesia pada 31 Oktober lalu dengan skor 3-0.

Raihan satu poin membuat Semen Padang tetap berada di peringkat dua klasemen sementara dengan nilai 21 dari sepuluh laga yang sudah dijalani. Semen Padang berselisih satu poin dari pemuncak klasemen Persipura Jayapura yang baru menyelesaikan delapan laga.

Walau bermain di kandang lawan, Semen Padang tetap memperagakan permainan menyerang, sehingga pertandingan berjalan menarik karena Persijap sebagai tuan rumah juga memperlihatkan permainan atraktif.

Striker andalan Semen Padang Edward Wilson Junior sebetulnya bisa membawa Semen Padang unggul lebih dulu ketika laga berjalan tujuh menit. Namun tendangan kerasnya dari jarak dekat masih membentur mistar gawang.

Setelah saling serang, Persijap akhirnya unggul lebih dulu melalui legiun asingnya Evaldo Silva De Assis pada menit ke-19 yang menyambut bola hasil tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Semen Padang yang tak bisa diantisipasi kiper Jandia Eka Putra.

Tersentak dengan gol tuan rumah, Semen Padang berusaha bangkit mengejar ketertinggalannya. Upaya itu membuahkan hasil di menit ke-23 melalui Edward Wilson hasil kerja sama dengan Saktiawan Sinaga yang merobek gawang Danang Wihatmoko.

Pelatih Persijap Suimin Diharja lalu memasukkan Gendut Doni Christiawan menggantikan Mahendra Tri Saputra di menit ke-26 untuk menambah daya gedor tim besutannya. Pergantian pemain ini cukup berhasil, karena Persijap bermain lebih agresif. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-1 tetap bertahan.

Di babak kedua, Persijap dan Semen Padang tetap mempertahankan permainan agresif. Tim tamu mendapat peluang untuk unggul saat Saktiawan melepaskan tendangan terukur dari luar kotak penalti. Tapi Danang berhasil melakukan penyelamatan.

Peluang emas diperoleh Persijap menjelang pertandingan berakhir menyusul pelanggaran handsball Dedi Hartono di kotak terlarang. Evaldo yang ditunjuk sebagai ekskutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik, Sehingga harus puas mendapatkan hasil imbang 1-1.

source: BLI Online, goal.com

Minggu, 16 Januari 2011

ISL Watch: Semen Padang vs Pelita Jaya

Semen Padang 1-0 Pelita Jaya

Date: Thursday, January 13th 2011
Scorer: Suheri M Daud 19'
Stadium: Haji Agus Salim, Padang, West Sumatera
Atadence: 6574
Referre: Setiyono S.Pd
Line Up:

Semen Padang:
69. Jandia Eka
27. Tommy Rifka
5. David Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengky Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo
8. Elie Aiboy (c)
7. Suheri Daud
26. Saktiawan Sinaga
Coach: Nil Maizar

Pelita Jaya:
21. Kadek Wardhana
14. Ruben Sanadi
22. Ardan Aras
19. Ipan Priyanto
3. Shibakoya Yuichi
11. dedi Kusnandar
20. Engelberd Sani
9. Joko Sasongko
7. Walter Brizuela
15. Jajang Mulyana
18. Juan Ramirez
Coach: Mischa Mitrovic (Srb)

Match Report:
Semen Padang [SP] mengkudeta puncak klasemen sementara dari Persipura Jayapura setelah dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11 mengalahkan Pelita Jaya 1-0 di Stadion H Agus Salim, Kamis [13/1].

Tambahan tiga poin itu membuat SP mengoleksi nilai 20 dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani. Tim Kabau Sirah unggul satu poin dari Persipura, namun tim Mutiara Hitam mempunyai sisa dua pertandingan lebih banyak. Persipura baru memulai laga mereka tahun ini pada 17 Januari nanti melawan PSPS Pekanbaru.

Sedangkan kekalahan dari SP membuat Pelita Jaya tidak beranjak dari peringkat ke-12 dengan nilai tujuh dari sembilan laga yang telah mereka jalani.

SP lebih mendominasi permainan dan mendapatkan banyak peluang melalui Saktiawan Sinaga dan Dedi Hartono, namun gagal melesakkan satu pun gol. Upaya tim tuan rumah untuk unggul lebih dulu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20.

Stadion H Agus Salim bergemuruh ketika serangan balik yang dibangun tim besutan Niil Maizar ini menghadirkan gol bagi tuan rumah. Berawal dari solo run Elie Aiboy hingga ke kotak penalti, kapten tim SP ini memberikan umpan kepada Suheri M Daud. Bola tendangan Suheri sempat membentur mistar atas sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang.

Unggul satu gol meningkatkan motivasi pemain SP untuk memperbesar keunggulan mereka. Sedangkan Pelita Jaya hanya bisa bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik. Kendati demikian, papan skor tidak menunjukkan perubahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, SP tidak mengendurkan tekanan mereka ke pertahanan Pelita Jaya. Performa cemerlang I Made Wardhana mementahkan peluang emas yang diperoleh tuan rumah, salah satunya menepis tendangan keras Saktiawan pada menit ke-56.

Tekanan demi tekanan terus diberikan pemain SP, sehingga membuat Pelita Jaya mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainan, dan tak mampu memberikan perlawanan sengit.

Pada menit ke-74 Saktiawan kembali mendapat meluang emas setelah berhadapan langsung dengan I Made Wardhana, tapi tendangannya berhasil ditepis kiper Pelita itu. Meski terus menekan Pelita, namun hingga pertandingan berakhir SP gagal menambah keunggulan, dan skor 1-0 tetap bertahan.

source: BLI Online & goal.com

ISL Watch: Semen Padang vs Persela

Semen Padang 1-0 Persela Lamongan

Date: Saturday, January 8th 2011
Scorer: Saktiawan Sinaga 1'
Stadium: Haji Agus Salim, Padang, West Sumatera
Atadence: 8872
Referre: Mardi
Line Up:

Semen Padang:
69. Jandia Eka
27. Tommy Rifka
5. David Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengky Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
13. M Rizal/ 66. Rudi
8. Elie Aiboy (c)/ 12. Dedi Hartono 69'
22. Edward Junior Wilson
26. Saktiawan Sinaga/ 7. Suheri Daud 82'
Coach: Nil Maizar

Persela:
18. I Komang Adyana
29. Jaenal Ichwan
15. Fabiano Beltrame (c)
4. Charis Yulianto
6. Dedi Indra
2. Zaenal Arifin/ 31. Feri Ariawan 71'
44. I Gede Sukadana
20. Mustafic Fachrudin
12. Hendro Siswanto
7. Aris Alfiansyah/ 9. Zulham Zamrum 32'
32. Redhoane Barkoui
Coach: Subangkit

Match Report:
Semen Padang kembali mempertahankan tren positif pada musim ini setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Persela Lamongan di Stadion H Agus Salim, Sabtu [8/1], dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11.

Tambahan tiga poin ini membuat Semen Padang naik ke posisi tiga klasemen sementara dengan nilai 17. Tim Kabau Sirah terpaut dua angka dari Persipura Jayapura yang bertengger di puncak klasemen.

Sementara Persela tetap berada di peringkat delapan dengan nilai sepuluh dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani.

Tampil di hadapan publiknya sendiri, Semen Padang langsung mengambil inisiatif menyerang. Upaya itu membuahkan hasil ketika laga baru berjalan dua menit. Saktiawan Sinaga menceploskan bola ke gawang I Komang Putra yang sudah kosong setelah menerima umpan dari Elie Aiboy.

Unggul satu gol membuat Semen Padang semakin meningkatkan intensitas serangan ke pertahanan tim tamu. Pada menit ke-12, Edward Wilson mendapat peluang emas. Namun tendangannya masih diblok I Komang Putra.

Kendati melakukan tekanan ke pertahanan lawannya, Semen Padang tidak mampu menambah perbendaharaan gol mereka di pertandingan ini. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah tetap bertahan.

Di babak kedua, Persela mulai memberikan perlawanan terhadap permainan agresif Semen Padang. Pertarungan kedua tim berlangsung menarik sepanjang babak kedua. Kendati demikian, tuan rumah lebih mendominasi.

Pada menit ke-55, Saktiawan nyaris memperbesar keunggulan Semen Padang ketika sudah berhadapan langsung dengan I Komang Putra. Namun, kiper Persela itu lebih cepat mengamankan bola dibandingkan Saktiawan.

Di lain sisi, Persela juga mendapatkan sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan. Peluang emas diperoleh Redouanne Barkaoui pada menit ke-71. Tapi tendangan lambungnya dari luar kotak penalti masih bisa digagalkan kiper Jandia Eka Putra.

Sekalipun sudah berupaya mengejar ketertinggalan satu gol, Persela tetap menghadpai kesulitan untuk menjebol gawang Semen Padang. Papan skor tidak mengalami perubahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit. Semen Padang pun kembali meraih angka penuh di hadapan publiknya.

source: BLI Online & goal.com

ISL Watch: Semen Padang vs Deltras

Semen Padng 4-0 Deltras Sidoarjo

Date: Wednesday, Januaty 5th 2011
Scorer: Saktiawan Sinaga 14', Vendry Mofu 40', Edward Junior Wilson 74', 90'
Stadium: Haji Agus Salim, Padang, West Sumatera
Atadence: 8324
Referre: Jerry Elly
Line Up:

Semen Padang:
69. Jandia Eka
27. Tommy Rifka
5. David Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengky Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo/ 13. M Rizal 88'
8. Elie Aiboy (c)/ 12. Dedi Hartono 70'
22. Edward Junior Wilson
26. Saktiawan Sinaga/ 7. Suheri Daud 79'
Coach: Nil Maizar

Deltras:
1. Yanuar Fernanda
15. Anag Ma'ruf/ 28. Wahyu Setianto 78'
23. Bejo Sugiantoro
6. Mujib Ridwan
33. Steven Hesketh
3. Sutikno
5. Khoirul Mashuda
88. Danilo Fernando
8. Park Chan Young/ 19. Feri A Saragih 74'
10. Marcio Souza
9. Cristiano Lopes
Coach: Mustaqim

Match Reports:
Laga perdana Semen Padang [SP] di awal tahun 2011 berakhir manis setelah mencatat kemenangan telak 4-0 atas Deltras Sidoarjo di Stadion H Agus Salim, Rabu [5/1], dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11.

Kemenangan ini juga membuat posisi SP naik ke peringkat dua klasemen sementara dengan nilai 20 dari sembilan pertandingan. SP terpaut dua angka dari pemuncak klasemen Persipura Jayapura yang baru menjalani delapan laga.

Sebaliknya, kekalahan bagi Deltras membuat Deltras tidak beranjak dari peringkat lima. The Lobster mengumpulkan poin 16 dari 11 laga yang sudah dijalani.

Sebelum pertandingan di mulai, puluhan suporter SP yang tergabung dalam The Kmers menggelar aksi unjuk rasa menuntut Nurdin Halid mundur dari jabatannya sebagai ketua umum PSSI.

Bermain di lapangan yang becek akibat diguyur hujan sebelum pertandingan, SP langsung memperagakan permainan agresif. Sebaliknya, Deltras lebih cenderung memperlihatkan permainan bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik.

Permainan agresif yang dikembangkan tim Kabau Sirah membuahkan hasil pada menit ke-15 lewat tandukan striker Saktiawan Sinaga, sehingga memaksa kiper Yanuar Tri memunggut bola dari jalanya.

Unggul satu gol membuat SP semakin agresif menekan pertahanan Deltras. Sejumlah peluang berhasil diperoleh tim besutan Nil Milzar ini, namun tidak membuahkan hasil.

Pendukung tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan saat tim kesayangannya menggandakan keunggulan setelah tendangan bebas Vendry Mofu menjebol gawang Yanuar Tri pada menit ke-40. Skor 2-0 ini bertahan hingga babak pertama selesai.

Di babak kedua, SP tidak mengubah permainan agresif mereka untuk memperbesar keunggulan. Namun, tim tuan rumah sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan Deltras.

Gol ketiga SP baru datang pada menit ke-75 melalui striker andalannya Edward Junior Wilson. Ujung tombak asal Liberia ini menutup laga dengan skor 4-0 setelah menjebol gawang Deltras pada masa injury time.

Tambahan dua gol tersebut menjadikan Edward Wilson sebagai salah satu penyerang subur pada musim ini. Edward Wilson kini sudah mengoleksi sembilan gol, terpaut satu gol dari pencetak gol terbanyak Boaz Solossa.

source: BLI Online & goal.com

ISL Watch: Persiba vs Semen Padang

Persiba Balikpapan 1-1 Semen Padang

Date: Tuesday, November 23th 2010
Scorer: Eki Nurhakim 58'; Edward Junior Wilson 56'
Stadium: Persiba, Komplek Pertamina, Balikpapan, East Kalimantan
Atadence: 3810
Referre: Mardi
Line Up:

Persiba:
24. Galih Sudaryono
28. Muhammadan
26. Rusdiansyah/ 32. Ahmad Bahtiar 52'
20. Mijo Dadic
45. Erik Setiawan/ 87. Eki Nurhakim 39'
71. Dwi Joko Prihatin
8. Kim Yong Hee/ 6. Asri Akbar 82'
10. Robertino Pugliara
22. Sultan Samma
17. Aldo Bareto
9. Khairul Amri
Coach: Junaedi

Semen Padang:
1. Samsidar/ 69. Jandia Eka 83'
27. Tommy Rifka
5. David Pagbe
20. Park Chul Hyung
11. Hengky Ardiles
23. Esteban Vizcara
10. Vendry Mofu
6. Yoo Hyun Koo
8. Elie Aiboy (c)/ 24. Heru Nerli 85'
22. Edward Junior Wilson
26. Saktiawan Sinaga/ 7. Suheri Daud 64'
Coach: Nil Maizar

Match Reports:
Postingan: Tiang Gawang Gagalkan Rentetan Kemenangan Tandang Semen Padang.

source: BLI Online

ISL Watch: Arema vs Semen Padang

Arema Indonesia 3-1 Semen Padang

Date: Sunday, October 31th 2010
Scorer: Dendi Santoso 2', Yongki Aribowo 12', Piere Njanka 20'; Yoo Hyun Koo 42'
Stadium: Kanjuruhan, Malang, East Java
Atadence: 10,396
Referre: Suharto
Red Card: Saktiawan Sinaga (SPFC)
Line Up:

Arema:
31. Achmad Kurniawan
2. Purwaka Yudi
24. Pierre Njanka (c)
20. Ahmad Farisi/ 27. Waluyo 78'
7. Benny Wahyudi
77. Juan Revi
19. Ahmad Bustomi
19. Esteban Guillen
6. Muhammad Ridhuan/ 29. T.A. Musyafri 61'
41. Dendi Santoso
23. Yongki Aribowo/ 99. Ahmad Amiruddin 83'
Coach: Miroslav Janu

Semen Padang:
1. Samsidar
27. Tommy Rifka
5. David Pagbe
20. Park Chul Hyung/ 14. Gusripen Efendi 63'
11. Hengky Ardiles
23. Esteban Vizcara
13. M Rizal
6. Yoo Hyun Koo/ 24. Heru Nerli 79'
8. Elie Aiboy (c)/ 12. Dedi hartono 54'
22. Edward Junior Wilson
26. Saktiawan Sinaga
Coach: Nil Maizar

Match Reports:
Tampil timpang tanpa beberapa pemain inti seperti Kurnia Meiga, Roman Chmelo dan Zulkifly Syukur, Arema langsung menggebrak di awal pertandingan. Arema langsung unggul 1-0 melalui gol Dendi Santoso di menit pertama.

Unggul satu gol tidak membuat Arema bermain bertahan, melalui skema permainan yang tertata rapi Yongki Aribowo berhasil menggandakan kedudukan menjadi 2-0 setelah menerima umpan Dendi di menit ke-11.

Petaka kembali menghampiri Semen Padang ketika Esteban Vizcarra handsball di kotak penalti ketika menghadang tendangan Al Farizy. Njanka yang menjadi eksekutor tidak kesulitan mengecoh Samsidar, kedudukan menjadi 3-0 untuk Arema.

Tertinggal tiga gol membuat Semen Padang balik menekan, sementara Arema yang terlihat cukup puas dengan keunggulan tiga gol membuat mereka cenderung bertahan. Pada menit ke-43 akhirnya Semen Padang berhasil memperkecil kedudukan setelah tendangan bebas Yu Hyun Koo gagal diantisipasi Ahmad Kurniawan. Satu menit sebelumnya Saktiawan Sinaga dikeluarkan wasit Suharto karena telah menghina korps pengadil lapangan.

Memasuki babak kedua, permainan lebih didominasi oleh Semen Padang. Arema yang sudah unggul 3-1 tampil lebih bertahan menghadapi sepuluh pemain Semen Padang.

Hujan yang terus mengguyur lapangan membuat permainan kedua tim tidak dapat berkembang. Kedua tim jarang menciptakan peluang-peluang berbahaya pada babak kedua ini. Kedudukan 3-1 untuk Arema bertahan sampai pertandingan berakhir.

source: BLI Inline & goal.com