Membuang tujuh pemain untuk musim depan dan sebagian besar pemain inti dilakukan Semen Padang FC (SPFC). Ferdinand Sinaga, Abdurrahmann, Samsidar, Slamet Nurcahyo, Tommy Rifka, Suheri Daud dan Dedi Hartono. Sinaga dan Rahman merupakan key player musim lalu, Sinaga sukses menjadi top skorer liga, sementara Rahman partner David Pagbe yang menjadikan pertahanan Semen Padang terbaik kedua di liga musim lalu. Samsidar, Slamet dan Tommy merupakan pemain yang acap mengisi starter tim. Semantara Suheri dan Dedi memang mendapat jam bermain yang kurang, serta performa yang kurang memuaskan.
Namun untuk saat ini Kabau Sirah telah mengontrak beberapa nama untuk menggantikan mereka yang pergi. Nico Malau, mutiara yang belum diasah dari Medan. Nur Iskandar, top skorer Persibo Bojonegoro musim lalu, serta paket Novan Setya dan Jajang Paliama mengikuti Nur ke SPFC, Novan yang merupakan bek kiri Timnas era Nil Maizar, ditugasi mengisi pos pertahanan kiri yang saat ini tidak memiliki pemain yang kompeten di posisi itu, Jajang mungkin akan menjadi pelapis Vendri Mofu di lini tengah. Lalu ada nama Wahyu Wiji Astanto, diplot menggantikan posisi Rahman untuk mendampingi Pagbe di belakang. Lalu ada Fachrudin, goalie yang merupakan andalan PSAP musim lalu itu ditugasi menjadi pelapis Jandia. Ada juga Hendra Adi Bayauw, sayap atau gelandang serang masa depan Indonesia ini direkrut dari Metro Tiger FC Jakarta yang nanti mungkin akan menjadi suksesor Elie Aiboy. Serta satu nama hangat masuk ke Bukit Karang Putih. Titus Bonai, tak perlu diragukan kemampuan Papua yang satu ini, mungkin dia akan lebih sering menjadi pemanja si pembunuh Edward Wilson Junior di lini depan.
Sudah cukupkah delapan muka baru itu? Menurut saya, dua atau tiga pemain perlu ditambah Semen Padang. Sempat mencuat sebentar nama Hamka Hamzah, jika itu benar maka saya mendukung penuh, karena menurut saya Wahyu Wiji belum cukup pas untuk menggantikan Rahman, tapi posisi bek tengah tidak perlu terlalu dipusingkan, karena untuk back up mungkin masih ada Zico Aipa dan Syafrudin. Pos yang rawan ada bek kiri, hanya Novan Setya seorang? Tim ini perlu pelapis, untuk saat ini cukup susah mencari nama yang realistis. Dan satu lagi, siapa pelapis Hengki Ardiles nanti? Musim lalu Hengki memang bermain bagus, tapi jika melihat performa Hengki di Timnas, yang sudah cukup 'tua' untuk adu sprint, mungkin SPFC harus memikirkaan beberapa untuk menggantikannya. Nama Valentino Telabun atau Nopendi mungkin pas untuk itu.
Jika diutak-atik mungkin SPFC akan memainkan formasi yang agak berbeda dengan musim lalu.
Terserah seperti apa nanti Coach Jafri Sastra memakai formasi, karena mungkin beliau lebih tahu kebutuhan tim. Tapi mungkin jika didukung dengan kebersamaan, kekuatan seperti ini saya yakin akan cukup kompetitif di kompetisi musim depan.
Namun untuk saat ini Kabau Sirah telah mengontrak beberapa nama untuk menggantikan mereka yang pergi. Nico Malau, mutiara yang belum diasah dari Medan. Nur Iskandar, top skorer Persibo Bojonegoro musim lalu, serta paket Novan Setya dan Jajang Paliama mengikuti Nur ke SPFC, Novan yang merupakan bek kiri Timnas era Nil Maizar, ditugasi mengisi pos pertahanan kiri yang saat ini tidak memiliki pemain yang kompeten di posisi itu, Jajang mungkin akan menjadi pelapis Vendri Mofu di lini tengah. Lalu ada nama Wahyu Wiji Astanto, diplot menggantikan posisi Rahman untuk mendampingi Pagbe di belakang. Lalu ada Fachrudin, goalie yang merupakan andalan PSAP musim lalu itu ditugasi menjadi pelapis Jandia. Ada juga Hendra Adi Bayauw, sayap atau gelandang serang masa depan Indonesia ini direkrut dari Metro Tiger FC Jakarta yang nanti mungkin akan menjadi suksesor Elie Aiboy. Serta satu nama hangat masuk ke Bukit Karang Putih. Titus Bonai, tak perlu diragukan kemampuan Papua yang satu ini, mungkin dia akan lebih sering menjadi pemanja si pembunuh Edward Wilson Junior di lini depan.
Sudah cukupkah delapan muka baru itu? Menurut saya, dua atau tiga pemain perlu ditambah Semen Padang. Sempat mencuat sebentar nama Hamka Hamzah, jika itu benar maka saya mendukung penuh, karena menurut saya Wahyu Wiji belum cukup pas untuk menggantikan Rahman, tapi posisi bek tengah tidak perlu terlalu dipusingkan, karena untuk back up mungkin masih ada Zico Aipa dan Syafrudin. Pos yang rawan ada bek kiri, hanya Novan Setya seorang? Tim ini perlu pelapis, untuk saat ini cukup susah mencari nama yang realistis. Dan satu lagi, siapa pelapis Hengki Ardiles nanti? Musim lalu Hengki memang bermain bagus, tapi jika melihat performa Hengki di Timnas, yang sudah cukup 'tua' untuk adu sprint, mungkin SPFC harus memikirkaan beberapa untuk menggantikannya. Nama Valentino Telabun atau Nopendi mungkin pas untuk itu.
Jika diutak-atik mungkin SPFC akan memainkan formasi yang agak berbeda dengan musim lalu.
Terserah seperti apa nanti Coach Jafri Sastra memakai formasi, karena mungkin beliau lebih tahu kebutuhan tim. Tapi mungkin jika didukung dengan kebersamaan, kekuatan seperti ini saya yakin akan cukup kompetitif di kompetisi musim depan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar