
2010, saat Arcan Iurie mewujudkan semua harapan pecinta sepakbola di Sumatera Barat. si perokok berat membawa tim kebanggaan Ranah Minang berlaga di kompetisi terbaik di Indonesia, Indonesian Super League (ISL), setelah di babak perebutan Juara Ketiga, Semen Padang sukses membekuk Persiram Raja Ampat lewat gol tunggal Edward Wilson Junior, di sore yang lembab di Manahan, Solo.
Tak ayal, ribuan pujian dari penikmat sepakbola di Sumbar, mulai dari tukang becak, tukang pangkas, rakyat biasa, sampai pejabat-pejabat di Sumbar mengalamatkan pujian itu pada Pria Moldova itu. Arcan, seakan dianggap pahlawan kala meloloskan Kabau Sirah yang panggung terbaik sepakbola Indonesia, setelah tahun sebelumnya gagal. Saat persiapan tim menuju ISL telah dipersiapkan secara matang, kabar buruk menghantam fan Kabau Sirah. Kontrak Arcan tidak diperpanjang manajemen Semen Padang! Semua marah, tukang becak, tukang pangkas, rakyat biasa tadi marah. Ribuan umpatan atas kebijakan manajemen bertebaran di sosial media. Mereka tak terima, kerja keras pahlawan mereka selama ini seakan tidak dihargai. Hal yang lebih mengejutkan lagi, manajemen hanya menunjuk asisten Arcan di musim sebelumnya untuk mengisi posisi Arcan, dia adalah, Nil Maizar! Siapa itu Nil Maizar? tak ada yang tahu, harapan mereka untuk bisa bertahan di ISL mungkin harus mereka kubur dalam-dalam. Bukan Daniel Roekito, Rahmad Darmawan, Raja Isa atau Jacksen Tiago yang didatangkan manajemen saat itu, sehingga pesimistis langsung muncul dari pecinta bola tadi.
Nil memulai debutnya saat harus berjumpa Runner Up musim sebelumnya, dengan pemain apa adanya, tercatat hanya Saktiawan Sinaga, Elie Aiboy dan Samsidar, hanya itulah pemain yang dikenal oleh pecinta bola tanah air. Laga perdana diakhiri dengan penuh kejutan, Semen Padang mampu menahan Persipura 1-1! Meski banyak kalangan yang menilai itu hanyalah keburuntungan dari hujan. Nil tetap diam, tak terlalu banyak komentar, Nil menunjukkannya dengan bukti nyata. Sempat ditekuk Arema 1-3, lalu Nil dengan gagahnya mampu membawa tim promosi minim pemain bintang itu ke papan atas, bersaing dengan Persipura, Arema, Persija dan Sriwijaya. Nil seakan menunjukkan kesalahan besar pecinta bola Sumbar yang awalnya meragukan kiprah pria Payakumbuh ini. Nil yang awal diragukan, kini dicinta, dipuja dengan segala hormat. Pelatih hebat telah lahir!
Nil memang belum pernah mempersembahkan piala apapun bagi Kabau Sirah, tapi dalam medio setahun membangun sebuah tim promosi, minim pemain bintang menuju Top Half, bahkan papan atas adalah suatu yang luar biasa. Aapalagi itu dilakukan oleh pelatih yang belum punya pengalaman melatih sebagai pelatih kepala. Sukses mengantarkan Kabau Sirah merebut 4 besar ISL, tak hanya pecinta bola lokal yang mengenal Nil, bahkan pengamat bola nasional sudah menyatakan bahwa Nil pelatih hebat dengan prospek bagus. Nil memperkenalkan dirinya kepada kita dengan prestasi dan cara kerjanya, bukan dengan kontroversinya.
Saat ini, sepak terjang Nil telah menumbuhkan kepercayaan dari PSSI untuk menjadikan Nil sebagai karateker Tim Nasional, meski saat ini carut marut tengah melanda tubuh PSSI, tapi semoga saja Nil bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. "Berat rasanya meninggalkan Semen Padang, namun ini adalah tugas negara, maka siap harus siap!" ungkap Nil. Nil adalah salah satu contoh pelatih yang awalnya diremehkan namun mampu mengapung lewat prestasinya. Selamat Bekerja Uda Nil Maizar! Dan Terima Kasih telah membawa Semen Padang hingga sepeti saat ini!
salam gan ...
BalasHapusmenghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
di tunggu kunjungan balik.nya gan !