United memulai pertandingan seperti biasa, muter-muter di belakang, tapi Spurs mencuri momentum lewat sebuah solorun tanpa penjagaan, Jan Verthongen yang malam itu ditransformasikan menjadi bek kiri sukses masuk ke kotak penalti United, tanpa penjagaan, begitu mudah, tendangan dilepaskan dan berkat bantuan Jonny Evans, Anders Lindegaard terkecoh. Spurs unggul.
Alih-alih bukannya bermain lebih agresif, United masih muter-muter, tak ada serangan berarti, lagi-lagi lewat sebuah solorun, tanpa penjagaan dan begitu mudah Gareth Bale menambah angka, United tertinggal 0-2 hingga akhir babak pertama. Babak kedua Fergie memasukkan Rooney menggantikan Giggs, angin segar berhembus, umpan Wazza bisa dikonversi Nani menjadi gol, setelah itu serangan balik dari sisi kanan pertahanan United, tendangan Bale ditepis Lindegaard namun rebound diselesaikan Dempsey, 1-3! Umpan RvP, Kagawa putar badan, sontekan Japun membuat angka jadi 2-3. Bertahan hingga usai.
Satu hal yang saya catat, babak pertama yang buruk. Sama seperti Wigan, untung kala itu Arouna Kone dkk tak segarang Spurs dalam menyerang. Lini belakang dan tengah seolah-olah kalah. Banyak hal yang harus dibenahi United dari pertandingan ini. Bagaimana menguasai lini tengah dalam kondisi netral, bagaimana mengantisipasi serangan balik dari sayap jika kedua fullback terlalu asik maju. Lini tengah yang tanpa seorang ball winner, bagaimana cara Fergie mengantisipasi itu setidaknya sampai Januari nanti.
Udah deh, udah ngantuk, juga galau soalnya. Next lawan CFR Cluj. Ya, harus menanglah ya!! Soalnya abis ini lawan NU di Sport Direct Arena.
Alih-alih bukannya bermain lebih agresif, United masih muter-muter, tak ada serangan berarti, lagi-lagi lewat sebuah solorun, tanpa penjagaan dan begitu mudah Gareth Bale menambah angka, United tertinggal 0-2 hingga akhir babak pertama. Babak kedua Fergie memasukkan Rooney menggantikan Giggs, angin segar berhembus, umpan Wazza bisa dikonversi Nani menjadi gol, setelah itu serangan balik dari sisi kanan pertahanan United, tendangan Bale ditepis Lindegaard namun rebound diselesaikan Dempsey, 1-3! Umpan RvP, Kagawa putar badan, sontekan Japun membuat angka jadi 2-3. Bertahan hingga usai.
Satu hal yang saya catat, babak pertama yang buruk. Sama seperti Wigan, untung kala itu Arouna Kone dkk tak segarang Spurs dalam menyerang. Lini belakang dan tengah seolah-olah kalah. Banyak hal yang harus dibenahi United dari pertandingan ini. Bagaimana menguasai lini tengah dalam kondisi netral, bagaimana mengantisipasi serangan balik dari sayap jika kedua fullback terlalu asik maju. Lini tengah yang tanpa seorang ball winner, bagaimana cara Fergie mengantisipasi itu setidaknya sampai Januari nanti.
Udah deh, udah ngantuk, juga galau soalnya. Next lawan CFR Cluj. Ya, harus menanglah ya!! Soalnya abis ini lawan NU di Sport Direct Arena.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar