Dalam Mitologi Yunani, Zeus dianggap sebagai bapaknya dewa. Dewa yang bermukim di Olimpus ini menjadi kepercayaan bangsa Yunani Kuno. Sampai sekarang bangsa Yunani masih meyakini akan magis sang Dewa. Semalam (16/6), Laga terakhir Grup A Euro 2012 dihelat. Dua game dimainkan serentak: Polandia vs Republik Ceska dan Yunani vs Rusia. Sebelum game dimulai, Rusia adalah tim yang paling berpeluang besar melaju ke Semifinal, tapi Zeus berkata lain. Grup A awalnya dianggap sebagai grup membosankan oleh banyak pencinta bola, tak ada negara yang kuat secara historis sepakbola di grup itu, hanya Rusia dan Yunani lah tim yang pernah menjuarai turnamen ini sekali (Rusia 1960 dan Yunani 2004) yang tergabung di grup A, bersama Tuan Rumah, Polandia dan Republik Ceska. Namun tanggal 8 Juni lalu turnamen ini dubuka, grup ini seakan enak untuk diikuti, partai pembuka dikhiri imbang oleh Polandia dan Yunani, sementara Rusia secara perkasa membantai Ceska 4-1. Di matchday kedua, Rusia ditahan Tuan Rumah, Polandia 1-1 dan Ceska mengungguli Yunani 2-1. Sehingga, Rusia dan Ceska tim paling terdepan untuk melaju. Bagaimana dengan Yunani? Ya, negara yang sedang mengalami krisis ekonomi ini seakan tak masuk dalam daftar tim yang diprediksi untuk lolos, wajar saja, karena peluang Yunani sangat tipis. Ya, mungkin hanya sekedar berharap pada Zeus mungkin agar Yunani tak berada di dasar klasemen. Yunani vs Rusia dimulai dengan tempo sedang, Yunani pun seakan pasrah menggantungkan takdir pada Zeus, tak ada pressing dan bermain seakan hanya untuk formalitas, bahkan statistik mencatat Rusia melakukan 31 tembakan malam itu.
Namun, harapan rakyat Yunani pada Zeus seakan ditunjukkan Sang Dewa, lewat proses lemparan ke dalam, posisi bebas tak terkawal, kapten, Giorgis Karagounis dengan gagah menceploskan bola ke gawang Malafeev. Yunani unggul di akhir babak pertama. Mereka sekarang di posisi 2 di bawah Rusia. Permainan pragmatis dan bertahan coba diterapkan negara Eropa Selatan ini di babak kedua. Frustasi? Ya, Andreiy Arshavin, Alan Dzagoev, Roman Pavlyuchenko dan pemain Rusia lain mengalami itu. Bukan soal tangguhnya Michael Sifakis di bawah gawang Yunani, tapi ini masalah campur tangan Zeus. Berkali-kali Rusia mencoba mengeksploitasi lini belakang Yunani, tapi kokohnya lini belakang dan kurang beruntungnya pemain Rusia dalam memanfaatkan beberapa peluang -karena campur tangan Zeus-. Ya, Zeus membantu Yunani meraih ini.
From Hero to Zero Rusia, Alan Dzagoev menggebrak turnamen ini dari awal, sempat dikatakan pengamat bermain seperti Belanda dan memiliki kans untuk lolos ke final, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Pasca menghempaskan Ceska 4-1, Rusia seakan mabuk kemenangan, mereka yakin dengan mudah akan mengalahkan Juara 2004 ini -meski telah ditahan Polandia-, tak salah jika mengasumsikan seperti itu, malam itu mereka menguasai 60% penguasaan bola, jumlah shot yang 4 kali lebih banyak dari Yunani, tapi mereka kalah dalam gol dan keberuntungan. Mereka mungkin masih bisa tersenyum sejak gol Karagounis, tapi gol Jiracek pada menit 75 ke gawang Polandia, memberikan sebuah harapan buruk di depan mata fan negara beruang merah. Mereka langsung terlempar ke posisi 3! -meski unggul selisih gol dari Yunani, tapi mereka kalah head to head. Peluit akhir dibunyikan, dan Rusia tetap kalah 1-0, Ceska menang 1-0. Maka Ceska dan Yunani lah wakil grup A. Rusia yang awalnya begitu superior dan hanya butuh hasil imbang untuk lolos, tapi mereka malah menemui kemungkinan terburuk. Ya, Rusia tersingkir dari kejuaraan ini secara tragis. Bagaimana dengan Ceska? Sempat ada harapan buruk jika mereka tak berhasil menelurkan gol, maka mereka harus pulang.
Tapi, itulah keajaiban. Mereka sukses lolos sebagai juara grup dengan selisih gol yang negatif. Ini kedua kalinya bagi mereka, lolos ke delapan besar dengan selisih gol negatif -selain 1996. So, memang sih faktor kelolosan dua tim ini adalah karena taktik dan keberuntungan. Dan, percaya atau tidak akan keajaiban Zeus tersebut, tergantung pada diri kita masing-masing. Tapi yang jelas negeri seribu dewa ini percaya bahwa Zeus telah menunjukkan kehebatannya akan semua yang telah mereka lihat malam itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar