20 Mei 2011...
Baru 53 detik hari ini, handphoneku bergetar, "Sayangku tercinta, happy birthday! Ternyata kamu udah makin tua ya!! hehehe..." pesan yang dikirim lewat SMS oleh sweetheartku. Sebuah ucapan spesial pertama pada hari itu.
Pada hari ini 17 tahun yang lalu di rumah sakit milik TNI AD, seorang wanita tangguh berjuang untuk melahirkan seorang manusia lewat persalinan caesar. Akhirnya lahirlah bayi itu, Ashiddiq Adha, adalah nama yang teranugerah bagi bayi itu.
Pesan itu terasa spesial bagiku, 17 tahun aku tidak pernah menerima ucapan selamat yang begitu cepat juga dalam bungkusan penuh kemesraan seperti itu. Inilah kali pertama dalam hidupku menerima pesan manis itu.
Sevententh
Ucapan terimakasih dengan nada yang tak kalah mesra tersahut baginya, sekaligus mencerminkan kesenanganku pagi itu. Ya, hari itu, aku genap 17 tahun menghirup gratis oksigen di dunia ini.
Kata orang sih, kalau Dirgahayu yang ke-17 itu adalah ulang tahun spesial, aku tidak tahu juga kenapa, namun yang aku tahu, Jika Anda berulangtahun ke-17, maka Anda akan berulangtahun pada hari yang sama dengan hari kelahiran Anda --setidaknya, ini berlaku bagiku--. Atau mungkin spesialnya Dirgahayu ke-17 karena secara hukum Anda sudah dewasa, dan secara hak sudah legal berdemokrasi secara sah. Atau mungkin inilah batas bagi Anda untuk legal menonton film dewasa --oh, ini sangat buruk--.
Yang jelas usia 17 ini, Anda harus bisa menjadi lebih baik, karena kata orang-orang, usia 17 tahun Anda sudah dewasa, dan harus sudah mulai bertahap meninggalkan tingkah kekanakan Anda --bagiku ini sangat sulit--.
Namun harapan yang terbaik adalah bahwa semakin bertambah usia, Anda semakin tumbuh menjadi seorang insan yang semakin beragama, taat orang tua,lebih dalam segala kepositifan, dan juga senang bermasyarakat.
Hujan Telur
Entah budaya mana, ketika teman Anda sedang berulangtahun, Anda tidak lagi memberikan kue, melainkan lemparan telur pada badannya --mungkin lebih terjangkau--. Aku mau tidak mau harus bisa menghindar dari lemparan busuk itu. Tahu bahwa aku akan dihujani telur, sebuah baju ganti telah kupersiapkan dari rumah untuk jaga-jaga, bilamana seragamku menjadi korban tak berdosa atas peristiwa hari ini.
Setelah membelanjakan kawan-kawan semangkuk mie ayam masing-masing mereka. Aku sudah merasa aura buruk akan dihadiahkan padaku.
"Tenanglah diq... ini cuma sekali setahun!!" ujar salah seorang temanku.
Seakan termotivasi dengan kata-kata penuh provokasi itu, sontak teman-temanku yang lain menyerangku, dan menyudutkanku pada sebuah sudut, aku berhasil mengelak dengan kelincahan naturalku, namun apa daya, aku harus melawan satuan kesebelasan, mata jahat mereka sudah bisa kulihat. Puncaknya, idiot temanku melemparkan telur amis itu ke arah mulutku, sedikit ku nikmati rasa busuk telur itu dengan lidahku, dan kepingan retakan telur melukai bibirku, terakhir sebuah lemparan penuh ambisi dari si gempal --dia sehari ini menjadi korban guyonanku, seakan ingin revans atas semua penderitaan hari ini--.
Aku bersihkan diri dan membungkus baju busuk amis itu dalam kantong. Yogi, teman yang tak sempat kuajak makan --karena dia sedang melayani kekasihnya--, meneluriku saat aku sudah dalam keadaan relatif bersih. Cukup sudah semua ini, aku akan merasakan sindrom pada kata "Telur", telingaku seakan ingin menyerah disertai penyampaian pesan kepada organ tubuhku yang lain, bahwa aku menyerah jika mendengar kata, 'telur'.
Temanku mempunyai cara untuk menghentikan kenakalanku dengan nada canda dan terkesan mengancam, "Kalau tak mau diam, ku beri kau TELUR!!" ancam temanku, aku langsung menyerah dan tak berdaya akan semua itu.
Terimakasih untuk hari ini, aku begitu senang hari ini. Meski dengan kesialan dan telur nan busuk itu. Namun bagiku, ini adalah sebuah pengalaman yang terlalu buruk untuk tidak diceritakan. Thanks for Days, lads!!
avi: karena dia sedang melayani kekasihnya....hahaha..
BalasHapuslucu :-D
aku tidak ditraktir? :'-(
selamat ulang tahun sidiq....semoga umurnya berkah selalu dan selalu dilindungi dan diberi kebahagiaan oleh Allah SWT amieeeeeeeeen :-)