Okeh blog! ini saya mau bikin sedikit rubrik mengenai beberapa kenangan masa dulu saya yang pantas untuk ditulis padamu, meski tak ada yang membaca, yang penting aku sudah menulisnya. Rubrik ini aku beri judul folder, "Aku dan Kenangan..." (lihat di label).
Ini cerita pertamaku dalam rubrik ini yang kuberi judul "Merman Pada Jam Pelajaran Biologi"...
Tahun 2009...
Ketika aku masih mengenakan seragam putih bercelana biru yang pada saat itu aku menjadi senior diantara junior a.k.a kelas 3 SMP :D
Ya... pada jam pelajaran Biologi yang saat itu dibimbing oleh Buk Parti Erlinda yang merupakan guru Biologi terbaik di MTsN Kota Solok pada zamanku dulu. Hari itu aku dan teman sekelas belajar Biologi dengan materi aku tak begitu mengingatnya, namun pada hari itu kami membahas ekosistem laut, pelajaran hari itu berlangsung khitmat, tak ada suara yang menganggu, karena jam pelajaran itu dilaksanakan pada Kamis pagi, yang notabene siswa masih bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
Aku yang pada saat itu ingin memperdalam peran sebagai siswa kritis mulai memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut sang pahlawan, juga coretan non-sistematis sang guru di papan tulis kucatat semua saripati materi dengan sedikit kata penghubung agar catatan mampu menutupi coretan non-sistematis itu menjadi catatan yang sistematis sehingga mudah dibaca ketika ujian semester dan juga ujian akhir (kami saat itu sudah kelas IX). Sang guru saat itu begitu bersemangat di satu jam awal, sampai bel pertama berbunyi, menandakan pelajaran sudah mencapai setengah periode penuh. Dan jam kedua adalah jam bagi kami untuk share atau sekedar menanyakan hal yang terbentur di pikiran mengenai pelajaran biologi,. Ya... khusus dengan Buk Linda (nickname sang guru) lah kami diberi satu jam untuk hal seperti ini.
Aku yang pada saat itu juga menjadi seorang Death-Maniac One Piece, mulai berdiskusi dengan kawan sebelah, namanya Bobi perawakannya sedikit aneh, dia berkumis dan rambutnya bergulung serta bulu tangannya yang tebal, namun dia bukan manusia Pithecantropus Paleojavanicus atau bahkan Megantropus, dia masih manusia, namun kadar tumbuh rambut / bulu di badannya begitu cepat, bahkan aku yang sekarang (kelas XI belum mampu menandingi intensitas bulunya). Bobi jugalah seorang penggila One Piece yang terkena sengatan virus One Piece dariku -karena begitu rajin meminjam komikku- aku dan dia mulai mendiskusikan hal-hal mengenai ekosistim laut. Terlintas di benakku ini suatu pertanyaan yang pasti akan mebuat Buk Linda akan menangguhkan pertanyaanku -karena aku begitu bangga jika guru menangguhkan pertanyaanku, entah karena apa?-, yah, lalu aku berdiskusi dengan Bobi mengenai pertanyaan hebatku ini. "Menurut keberadaan merman itu di laut shahih, tidak?" tanyaku kepada Bobi, sembari membangun suatu pertanyaan untuk ditangguhkan.
"Entahlah, merman seperti nenek Kokoro, yang kau maksud, tulang?" dia kembali menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan agar aku lebih memebri pencerahan.
"Ya, seperti nenek seksi itu!" aku mengiyakan.
"Menurutku, kau harus menanyakannya kepada Buk Linda!" dia mendukungku untuk segera mengacungkan tangan dan bertanya mengenai eksistensi Merman di dunia nyata ini.
"Baiklah, aku akan menyusun kata dulu, biar lebih seksi terdengar di telinga orang awam." aku mulai memikirkan kata-kata yang tepat.
"Ya, itu urusanmu, biarkan aku sendiri sambil membaca komik." lalu Bobi membuka kembali halaman komik yang tadi sudah dia mark.
Aku pun mengacungkan tangan dengan sejuta keyakinan bahwa pertanyaanku akan ditangguhkan. Buk Linda memberiku izin untuk bertanya. Aku langsung mengambil nafas sembari bertanya, "Buk Apakah Merman itu ada di laut, jika ada tolong jelaskan!" aku begitu bangga, dan Bobi juga tersenyum melihat kejantananku dalam bertanya.
"Baik Sidiq, saat ini saya belum memiliki referensi mengenai Merman, pertanyaanmu saya tangguhkan!, berikutnya!" Buk Linda tampak pasrah dan menangguhkan jawabanku, setelah itu meminta kepada murid lain untuk bertanya.
Tak terkira betapa bangganya aku hari itu, pertanyaanku ditangguhkan, berarti pertanyaanku super-hebat -bagiku jika guru menangguhkan pertanyaanmu berarti kau adalah siswa luar biasa-. Ini gila! dan aku menunggu jawaban dari Buk Linda, namun Buk Linda tak kuncung memberi jawaban atas pertanyaan hebatku itu.
Lama setelah itu, ketika aku telah SMU...
aku pun membaca One Piece terbaru di komik tankuboon dan aku membaca suatu penjelasan dari sang Mangaka, Eiichiro Oda, bahwa Merman hanyalah karakter fikitif yang hanya ada di dunia One Piece, bahwasanya merman adalah Mermaid Man atau manusia duyung!
Aku tersentak sembari menjemput kenangan kelas IX lalu dan seakan malu jika Buk Linda benar-benar menjawab pertanyaanku mengenai Merman itu, bahkan aku akan dicap sebagai siswa kritis paling menyedihkan, karena aku terlalu berfantasi dalam komik sehingga aku pun membawanya ke dalam dunia nyata.
Untunglah Buk Linda tak menjawabnya! Aku beruntung, jika pertanyaan bodoh itu dijawab maka aku tak lebih dari siswa sok-kritis.
Cerita ini seakan membangunku untuk menjadi seorang pribadi yang hrus benar-benar berpikir masak sebelum bertanya atau berbicara, jika tidak kau hanya akan menjadi seorang yang menyedihkan, karena ke-soktahuanmu akan membawamu pada rasa malu yang dalam.
Setidaknya pepatah, "Lebih baik diam daripada sok tahu" cukup relevan untuk menggambarkan betapa menyedihkan cerita ini.
LOL :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar