Selasa, 22 Februari 2011

Catatan Seorang Pria: Indahnya Cinta

Hal Tak Terbayangkan Itu Terjadi...

Sabtu ini, 19 Februari 2011. Anda mungkin tidak pernah merasakan bahwa sesuatu yang anda rencanakan akan berjalan sesuai harapan, tapi sebaliknya hal yang tak pernah anda rencanakan akan meledak dan anda akan begitu surprise, itulah momentum tak terduga. Ya, aku merasakannya pada hari ini.

Ku mulai hari ini dengan tak begitu baik, berharap tak ingin datang ke sekolah, namun jalan takdir tak mengizinkan, maka aku beranjak ke sekolah, meninggalkan sepetak ruang sempit yang tak begitu bersih. Hari Sabtu ini aku nyaris datang terlambat ke sekolah, aku beruntung beberapa detik sebelum 7.20 pagi -itulah limit bagi mereka untuk masuk sekolah-. Ya untuk pertama kalinya semester ini aku duduk di depan mulut guru dan aku tak merasa risih -tak seperti biasanya-, dan aku begitu enjoy dalam belajar. Semoga ini menjadi momentum kebangkitanku dari keterpurukan ini. Sampai pulang sekolah aku merasa enjoy, juga dengan ulangan TIK ku, ya meski ada beberapa kesalahan, tapi itu tidak begitu buruk.
Seperti biasa ini hari Sabtu, malam ini adalah satnite, beberapa minggu terakhir aku begitu merindukan malam ini, tentu anda tahu ini adalah momen yang tepat untuk menghabiskan malam dengannya dengan berkirim pesan, membicarakan hal yang tak penting. Tapi aku suka satnite seperti itu dengannya. Namun ini tidak biasa, aku telah memvonis bahwa aku tak akan berkirim pesan via telepon genggam padanya malam ini, karena handphone sedang tidak padanya. Kulalui sore dan malam ba'da Maghrib dengan ketidakjelasan, tak bisa gaming atau berkirim pesan dengan 'dia'. Ya sampai pukul 21.00 aku masih menunggu short message service (SMS) dari dia, sampai HP-ku bergetar pada pukul 21.04, aku dilihat ada 5 pesan masuk, 2 pesan dari kawan dan 3 darinya, dia menyatakan bahwa dia merindukanku, dan aku membalas bahwa aku juga merindukannya. Ya, kami sudah 4 hari tiada berkirim pesan. Bayangkan! rindu ini begitu menyiksa, hanya melihatnya lewat Mesjid atau menoleh beberapa detik ke kelasnya, namun pada 18 Februari aku melihatnya dan dia menyapaku, dia memang tak begitu cantik, dia memang tak begitu mempesona, tapi selama 3 minggu proses pendekatan, aku melihat suatu hal penting mengalahkan hal yang disebut diatas yaitu Her true Love for me. Ya, ketulusannya mencintaiku itu bagaikan semacam hujan yang mampu membasahi tanah gersang, dengan ketidakunggulan parasnya, dan ketidakcantikannya bagaikan tanah gersang, namun ketulusannya cintanya adalah hujan yang mampu menghilangkan kegersangan pada dirinya, dan inilah yang membuatku menyukainya. Aku pernah beberapa kali jatuh cinta kepada wanita hanya dengan melihat keunggulan parasnya, namun aku melupakan suatu item terpenting untuk membangun hubungan, yaitu rasa saling mencintai antarinsan dalam menjalin hubungan. Ya, aku tak peduli orang berkata apa, tapi sudah tahu bahwa dia mencintaiku dengan segala kekurangan yang aku miliki, dan aku begitu bijaksana memilikinya. Awal melihatnya aku galau, kenapa dia tak secantik orang yang kutaksir sebelumnya, namun aku tetap percaya padanya bahwa dia tidak main-main, namun dalam posisiku sebagai seorang jantan maka tugaskulah untuk memberikan cinta kepadanya, ya itu bagaikan pelajaran kimia, ketika ion negatif mendekat menuju postif dan membangun suatu senyawa sempurna. Lupakan kimia... -karena ini bukan jam kimia- Sekarang aku paham, setalah menemukannya, dan sebelumnya cinta yang selalu ditolak selama 8 bulan oleh seorang wanita yang menyukaiku namun tak bisa mencintaiku, bahkan pasca ditolaknya aku drop, berimbas pada prestasi akademikku. Dan dari situlah aku paham dan bisa berkesimpulan, "Merajut tali kasih bukanlah sebelah pihak, rasa sayang itu merupakan pondasi untuk membangun suatu hubungan panjang". Indah bukan jika anda memiliki seorang kekasih yang juga memberikan feedback kepada anda?
Ya cukup 45 menit bagiku untuk basa-basi padanya, puukul 21.51 aku ungkapkan bahwa aku menyukainya dan aku ingin menjadi kekasihnya. dan pukul 21.57 dia menjawab bahwa dia juga mencintaiku dan bersedia menjadi kekasihku. Maka resmilah 19/2/11:9.57am aku memacarinya dan dia menjadi pacar kedua dalam hidupku, seharusnya ketiga. Tak lama pasca aku memacarinya, aku meleponnya untuk pertama kalinya dan entah kenapa aku merasakan hawa nervous pada dirinya, dan 'Falling for U - Seconhand Serenade' darinya menutup teleponku padanya.
Ya... Hari ini aku resmi mendapatkan seorang wanita tak sempurna namun terlihat sempurna dan aku bijaksana menjadi bagiannya.


2 komentar:

  1. suka suka suka..
    :)

    udh 1 bulan donk??
    cieee ciee..
    :D

    *gaje bgd dah gue

    BalasHapus
  2. @sanggraini yoi, sudah satu bulan 6 hari :D

    BalasHapus