Sabtu, 26 Maret 2011

Aku Dan Kenangan Baju Bola Jerami

Tahun 2003...

Saat aku masih duduk di kelas 3 SD aku begitu amat disayangi kakekku. Suatu ketika di Minggu pagi yang cerah, sang kakek yang berhobi memancing, mengajakku agar menemani beliau memancing, dan aku pun yang kala itu juga ingin merasakan nikmatnya memancing maka aku menerima tawaran sang kakek. Kakekku mengajakku memancing di sawah -di daerahku, di sawah juga ada ikan-ikan kecil- yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari rumah, dan aku pun pergi bersama kakek menaiki mobil kijangnya, aku pergi dengan perlengkapan seadanya, yaitu pancingan kayu manual serta mengenakan kostum bola hitam AC Milan yang kala itu bernomor punggung 9 milik Filipo Inzaghi. Setiba di tempat, aku pun segera memilih tempat duduk, aku memilih duduk di onggokan jerami lembab.


"Ternyata memancing itu membosankan ya, kek!" sahutku kepada kakek.
"Sabarlah! kesabaran dibutuhkan dalam hal ini!" balas kakek.

Aku begitu benci dengan hal yang berkaitan dengan menunggu, bahkan aku seakan ingin segera pulang saat itu, karena sudah tidak tahan dengan teriknya mentari yang mulai memandikan panasnya ke atas kepalaku dan bau tak bersahabat dari jerami di sekitarku, tapi aku tidak berani untuk menganggu keseriusan sang kakek yang sudah terjebak dalam nikmatnya memancing. Aku letakkan kail-ku diatas onggokan jerami, dan aku pergi bermain ke sawah untuk mencari keong agar aku bisa bermain, namun kakekku nampaknya bisa membaca kegundahanku saat itu, dan beliau mengajakku berpindah tempat, namun aku menolak dengan alasan, aku sudah lapar dan bosan. Kami pun pulang tanpa membawa apapun hari itu. Itulah kesan pertamaku dengan memancing, yaitu membosankan dan bau.

Setiba di rumah siangnya, aku mulai tak tahan dengan bau di tubuh kurusku ini, aku segera mandi ke bak mandi, dan ketika membuka baju, aku merasakan bau yang tidak bisa diajak kompromi, aku langsung melaporkan hal itu pada nenekku, dan beliau mengatakan bahwa bajuku berbau seperti jerami lembab -saat itu aku belum tahu apa itu jerami-, dan aku telah memutuskan tidak akan memakai baju bola berjerami itu, meskipun aku tahu kalau baju itu salah satu hadiah dari pamanku yang baru balik dari China Taipei.
Cukup lama aku membiarkan baju menganggur di lemari pakaianku. Sampai suatu saat, datanglah temanku, dia lebih tua dariku, dan dia diam-diam memohon kepadaku agar aku memberinya salah satu dari koleksi baju bolaku, agar dia bisa masuk klub bola SSB di daerahku, dan tanpa pikir panjang aku langsung memberikan baju bola Milan berjerami itu kepadanya, meski pada saat itu sudah tak berbau jerami lagi, namun baju itu cukup berdampak padaku dan aku membenci bau pada baju itu, dan itu juga menyebabkan aku membenci jerami.

Namun akhir-akhir ini aku sudah mulai bisa menerima keberadaan jerami, karena salah satu Anime favoritku menceritakan kisah Bajak Laut Topi Jerami. Entah kenapa aku sudah mulai betah duduk di jerami kering, tapi kalau jerami lembab mungkin masih belum bisa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar