Senin, 05 November 2012

Nani yang Galau

Saat Cristiano Ronaldo pergi meninggalkan Manchester United musim panas 2009 lalu, banyak orang yang sedih, karena MU telah kehilangan seorang sosok pengatur  serangan handal, free kick taker hebat, pemain haus gol. Namun, muncul nama pria Portugal lain yang mencuat dan siap menggantikan peran CR7. Louis Nani, seorang Portugal blasteran Tanjung Verde siap menjadi titisan Cristiano.

Nani pada dasarnya memang seorang pemain berbakat seperti CR7, dribling yang aduhai dan bervariasi macam Cristiano, seorang pemain yang memilki kemampuan long shoot seperti CR7, banyak lagi kesamaan Nani dengan CR7, posisi seorang Winger Foward lalu kedua kaki sama-sama kuat menjadikan Nani sebagai objek move on dari sebagian fan United untuk melupakan Cristiano Ronaldo.

Saat Cristiano pergi Ferguson tak canggung memasang Nani sebagai pengganti Cristiano Ronaldo, hasilnya pun cukup terasa, Nani menunjukkan performa apik, sering menyumbang gol, memberi assist, puncaknya dua tahun setelah kepergian Cristiano, Nani terpilih menjadi pemain terbaik United pilihan pemain. Dan hal itu wajar, jika melihat penampilan si pemain di musim itu, posisinya nyaris tak tergantikan baik di sisi kiri ataupun kanan.

Pembeda.
Namun ada satu hal yang membedakan Nani dengan Cristiano, Cristiano memiliki attributes decision yang jauh lebih baik dari Nani. Nani sangat buruk jika dalam hal mengambil keputusan, sering kali Nani melakukan hal yang mengganggu ketentraman burung di udara, atau dribling yang berlebihan tanpa perhitungan, atau tidak tahu saat yang tepat untuk memilih untuk mengeksekusi atau memberi umpan. Karena itulah Nani belum bisa seperti Cristiano.

Inkonsistensi dan Valencia.
Satu lagi kelemahan yang dimiliki Nani adalah inkonsistensi performa. Terkadang On Fire, atau terlalu Off Form. Nani tidak memiliki konsistensi seperti Cristiano dan terkadang permainan lebay Nani sering merugikan tim --dalam artian berkurang produktifitas gol, karena keputusan buruknya. Musim lalu saat pertengahan musim, kala performa Nani yang tak jelas, maka Fergie mencoba meregulerkan memakai Antonio Valencia. Ekuador satu ini berbeda jauh dengan Nani, seorang manusia yang benar-benar kanan, seolah kaki kirinya hanya berguna untuk penumpu dan berlari. Valencia bukan tipe winger flamboyan macam Nani, tak punya dribling yang aduhai. Valencia seorang winger ortodoks, hanya mengerti bagaimana menyisir sayap, memberi crossing dan sesekali menusuk ke kotak penalti.

Namun Fergie tampaknya lebih memilih si Ekuador, karena satu hal yaitu konsistensi yang ditunjukkan eks-Wigan ini selama paruh kedua musim lalu. Bahkan tak tanggung, Fergie memberinya nomor keramat 7. Itu adalah bukti kepercayaan Fergie kapada Valencia. Fergie lebih sering memainkan Valencia di posisi tepi kanan --entah itu winger atau wingback. Bagaimana dengan Nani? Nani masih sering dimainkan di posisi kiri atau kanan dengan konsekuensi Valencia bermain di wingback kanan.

Bagaimana dengan Nani sekarang? dia masih bagus menurut saya, namun rumor penjualan sang pemain semaakin kencang, karena Nani menolak perpanjaangan kontrak, dia ingin gaji yang lebih besar dari yang ia terima saat ini. Fergie tak terima, nasib Nani belum jelas, hal itu sepertinya berdampak pada performa sang pemain di lapangan. Nani bermain tak seperti biasa --malah  lebih buruk. Bahkan Ferguson nampaknya mengindikasikan akan menjual Nani lewat komentar Fergie pasca pertandingan perdelapan final Capital One Cup melawan Chelsea. Ferguson mengklaim bahwa Nani terlalu ingin menonjolkan dirinya dengan melewati pemain Chelsea, sehingga bola terlepas dan menghasilkan penalti bagi Chelsea --setelah Ramires dilanggar Scott Wotton- di ujung laga. United kalah dan tersingkir dari turnamen minor Inggris itu. Tapi kenapa Ferguson menyalahkan Nani secara frontal, secara Nani sudah memberikan sebuah gol cantik pada laga itu. Apakah Fergie akan menjual Nani Januari nanti? Entahlah, hanya Ferguson dan Tuhan yang tahu. Mungkin saat ini Nani sedang galau, daripada galau mending perbaiki performamu di lapangan, Nani!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar