Oke, kali ini saya akan ngeblog bukan soal sepakbola lagi --mungkin udah pada bosen-.
Ya, sesuai dengan role play saya saat ini sebagai seorang mahasiswa, saya akan mencoba mengurai bagaimana kisah saya menjadi mahasiswa perantau, kebiasaan menjadi mahasiswa kupu-kupu, suka duka menjadi mahasiswa Teknik Arsitek dan cerita lainnya.
Dan kali ini saya ingin membahas kebiasaan saya sebagai mahasiswa. Mahasiswa itu menurut saya sih dibagi dalam beberapa kategori, mahasiswa aktifis, mahasiswa kampus, mahasiswa pecinta alam, mahasiswa gaul, mahasiswa kupu-kupu, dll.
Mahasiswa aktifis, tau lah kayak gimana, aktif di himpunan, ikut organisasi di kampus, suka demo. Ini gelar ini biasa didapat mahasiswa sosial, karena emang disiplin ilmu mereka kesana.
Berikutnya mahasiswa kampus, yaini, mahasiswa FK, FT bisa dibilang kategori ginian. Ciri-cirinya itu, main di labor, sekitaran kampus sambil bawa modul, bawa banyak buku, kalo di gazebo buka leptop yang dibuka pasti referensi tugas --lah, saya kalo di gazebo kampus mah ngaskus ato main FM. Mahasiswa seperti ini biasanya akrab dengan dosen.
Kalo mahasiswa pecinta alam mah, mainnya ke Bromo, Semeru, ya pokoknya rela jomblo deh asal dapat mencintai alam.
Lalu ada mahasiswa gaul, entah apa dasar saya bikin kategori seperti ini. Ke kampus itu pake kemeja rapih, celana bermerk, sepatu keren. Ke kampus bawa mobil, suka nongkrong di kafetaria -sebagian datanya sih ngarang, soal di teknik mahasiswa jenis ini cukup langka.
Lalu ada mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa sejenis ini akrab dengan jalan dari kostan ke kampus. Mahasiswa ini adalah pecinta kamar kost dan ke kampus ya sekadar memenuhi tugas untuk kuliah. Jam kuliah selesai ya pulang.
Kalo nanya saya masuk bagian yang mana. Saya dengan tegas menjawab kalau saya adalah, MAHASISWA KUPU-KUPU!!
Ada gak sih di Indonesia umumnya dan di Universitas Brawijaya khususnya perkumpulan mahasiswa seperti ini?
Saya emang sih baru tiga bulan kuliah, tapi saya sangat yakin bahwa saya adalah spesies kupu-kupu kampus. Kenapa mikirnya gitu? Bayangin aja, meski waktu istirahat cuman stengah jam, tapi saya masih sempat-sempatnya balik ke kostan, ngapain? Ya, buat merebahkan badan ke kasur tercinta!
FYI, jarak kost saya ke kampus itu sekitar sepuluh menitan jalan kaki.
Ya, kebiasaan seperti ini mungkin gak baik, karena mahasiswa itu tugasnya gak cuman sekadar ke kelas, dengerin dosen atau bikin tugas. Itu namanya masih siswa!
Yang ngebedain mahasiswa dengan siswa lebih ke perannya dalam masyarakat. Mahasiswa itu harus bisa menjadi sosok agent of change, sosial control dan iron stock dalam kehidupan masyarakat. --buat yang pengen tau artinya googling aja, males gue ngejelasinnya disini :p
Ya, saya sih berharap buat ke depannya, saya bisa melepaskan gelar yang menyedihkan itu. Ya, seenggaknya saya bisa sedikit lebih mencintai kampus lah ketimbang kost.
Ya, sekian dulu lah cerita saya mengenai mahasiswa kupu-kupu. Jika ada waktu, saya akan menulis lagi. Soalnya bosen kan bergulat ama kertas dan pensil mulu. :p
Ya, sesuai dengan role play saya saat ini sebagai seorang mahasiswa, saya akan mencoba mengurai bagaimana kisah saya menjadi mahasiswa perantau, kebiasaan menjadi mahasiswa kupu-kupu, suka duka menjadi mahasiswa Teknik Arsitek dan cerita lainnya.
Dan kali ini saya ingin membahas kebiasaan saya sebagai mahasiswa. Mahasiswa itu menurut saya sih dibagi dalam beberapa kategori, mahasiswa aktifis, mahasiswa kampus, mahasiswa pecinta alam, mahasiswa gaul, mahasiswa kupu-kupu, dll.
Mahasiswa aktifis, tau lah kayak gimana, aktif di himpunan, ikut organisasi di kampus, suka demo. Ini gelar ini biasa didapat mahasiswa sosial, karena emang disiplin ilmu mereka kesana.
Berikutnya mahasiswa kampus, yaini, mahasiswa FK, FT bisa dibilang kategori ginian. Ciri-cirinya itu, main di labor, sekitaran kampus sambil bawa modul, bawa banyak buku, kalo di gazebo buka leptop yang dibuka pasti referensi tugas --lah, saya kalo di gazebo kampus mah ngaskus ato main FM. Mahasiswa seperti ini biasanya akrab dengan dosen.
Kalo mahasiswa pecinta alam mah, mainnya ke Bromo, Semeru, ya pokoknya rela jomblo deh asal dapat mencintai alam.
Lalu ada mahasiswa gaul, entah apa dasar saya bikin kategori seperti ini. Ke kampus itu pake kemeja rapih, celana bermerk, sepatu keren. Ke kampus bawa mobil, suka nongkrong di kafetaria -sebagian datanya sih ngarang, soal di teknik mahasiswa jenis ini cukup langka.
Lalu ada mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa sejenis ini akrab dengan jalan dari kostan ke kampus. Mahasiswa ini adalah pecinta kamar kost dan ke kampus ya sekadar memenuhi tugas untuk kuliah. Jam kuliah selesai ya pulang.
Kalo nanya saya masuk bagian yang mana. Saya dengan tegas menjawab kalau saya adalah, MAHASISWA KUPU-KUPU!!
Ada gak sih di Indonesia umumnya dan di Universitas Brawijaya khususnya perkumpulan mahasiswa seperti ini?
Saya emang sih baru tiga bulan kuliah, tapi saya sangat yakin bahwa saya adalah spesies kupu-kupu kampus. Kenapa mikirnya gitu? Bayangin aja, meski waktu istirahat cuman stengah jam, tapi saya masih sempat-sempatnya balik ke kostan, ngapain? Ya, buat merebahkan badan ke kasur tercinta!
FYI, jarak kost saya ke kampus itu sekitar sepuluh menitan jalan kaki.
Ya, kebiasaan seperti ini mungkin gak baik, karena mahasiswa itu tugasnya gak cuman sekadar ke kelas, dengerin dosen atau bikin tugas. Itu namanya masih siswa!
Yang ngebedain mahasiswa dengan siswa lebih ke perannya dalam masyarakat. Mahasiswa itu harus bisa menjadi sosok agent of change, sosial control dan iron stock dalam kehidupan masyarakat. --buat yang pengen tau artinya googling aja, males gue ngejelasinnya disini :p
Ya, saya sih berharap buat ke depannya, saya bisa melepaskan gelar yang menyedihkan itu. Ya, seenggaknya saya bisa sedikit lebih mencintai kampus lah ketimbang kost.
Ya, sekian dulu lah cerita saya mengenai mahasiswa kupu-kupu. Jika ada waktu, saya akan menulis lagi. Soalnya bosen kan bergulat ama kertas dan pensil mulu. :p
Tidak ada komentar:
Posting Komentar