Saya
mungkin salah satu orang dari jutaan orang yang ikut kecewa karena gagalnya
Jerman semalam, tapi setelah pertandingan saya sadar bahwa Italia lebih pantas
menghadapi Spanyol ketimbang Jerman. Kenapa? Ya, karena mereka bagus di semua
lini.
Pertandingan
semalam diprediksi banyak pihak akan berjalan menarik dan lebih banyak gol, tak
seperti semifinal pertama. Ya, memang benar ada tiga gol tercipta dan banyak
peluang yang tercipta. Semalam Jerman memulai laga dengan melakukan kesalahan
menurut saya dalam menurunkan sebelas pemain awal. Ya, Die Nationalmanschaaft
merombak hampir semua pemain lini depannya setelah melawan Yunani, kecuali
Oezil. Loew kembali mencadangkan Miroslav Klose, Marco Reus dan Andre Schuerle.
Loew malah menurunkan Mario Gomez -si poacher sejati, Toni Kross dan Lukas
Podolski. Hasilnya? Memang, lini depan Der Panzer mati gaya malam itu. Oezil
yang bermain di kanan seolah-olah tak menemukan apa fungsi Kross di posisi dia
biasa dan dia pun mencoba bermain lebih ke dalam, sehingga lini sayap menyerang
Jerman otomatis diisi Jerome Boateng dan hasilnya, Boateng yang memang salah
satu pemain yang dikritik dalam bertahan sering terlambat mengcover serangan
Italia dari sisi kanan pertahanan mereka. Dan gol pertama Italia hasil serangan
dari sisi itu.
Sementara
Podolski dan Gomez? Mereka bahkan tak banyak mendapat sorotan kamera, Gomez
seperti biasa, hanya berdiri di kotak penalti sambil berharap ada kemelut dan
dia bisa mencetak gol. Tidak, lini kedua Jerman sudah sukses dimatikan oleh
Italia dan Gomez tak melakukan inisiatif untuk setidaknya mundur sedikit ke
belakang, itulah beda Gomez dan Klose. Podolski? Saat mendapat bola, Podolski
seolah-olah tak diberi izin oleh Dewi Fortuna, sering Poldi melakukan kontrol
yang buruk yang berakibat pada gagalnya serangan Jerman dari sisi kiri.
Babak kedua
Loew akhirnya insaf dengan menarik Mario Gomez dan Lukas Podolski yang
digantikan Klose dan Reus. Sebuah pergantian yang sebenarnya cukup tepat, namun
apa daya mental sudah hancur karena dua gol Balotelli di babak pertama plus
pertahan Italia yang saya sebut aroma Juventus --tim dengan pertahanan terbaik
di Eropa saat ini. Walhasil, sebuah penalti Oezil memberikan sedikit gol
hiburan bagi Jerman. Jerman kalah, karena mereka hanya bermain 45 menit, sedangkan
45 menit lainnya bukan Jerman yang saya kenal.
Sorotan
semalam adalah mengamuknya Mario Balotelli dengan dua golnya. "Balotelli
akan mencetak tiga gol ke gawang Jerman." ujar agen sang pemain, memang
tebakan sang agen tidak tepat, tapi dua gol Balotelli sudah cukup untuk
mengakhiri superioritas Jerman sejak kualifikasi yang 100% menang. Jika kita
melihat pertandingan Italia vs Inggris, mungkin kita tak mengira bahwa pencetak
gol semalam adalah Balotelli. Jauh beda, saat melawan Inggris belasan peluang dibuang
dan saat melawan Jerman, dia tenang, efektif dan kalem. Benar, dia bermain
sangat labil, kadang bagus kadang tidak. Penampilan superior Super Mario tak
lepas dari jeleknya pertahanan Jerman. Sektor terburuk Jerman selama Euro 2012
ini. Bahkan sebelum pertandingan banyak pengamat memprediksi sisi pertahanan
Jerman akan menjadi mimpi buruk mereka. Eits, jangan kira semua gol Balo hanya
karena jeleknya pertahanan Jerman. Gol kedua Balo memang prosesnya karena
pemain Jerman yang salah dalam melakukan
jebakan offside, tapi lihat bagaimana ketenangan Balo, dengan sepakan kerasnya
mampu membuat suporter wanita loyal Jerman menitihkan air mata dan membuat
semua orang Italia bersorak. Ya, semalam Hitler dipermalukan oleh pemain kulit
hitam. Selamat Italia, semoga kalian bisa menampilkan permainan disiplin
seperti kemaren saat final jumpa Spanyol.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar