Selasa, 13 Maret 2012

Manchester Masih Merah


23 Oktober 2011, adalah sebuah hari terburuk bagi para fan Manchester United, beberapa saat sebelum itu mereka dengan gagah memimpin klasemen Premier League, namun saat pertandingan pada hari itu dibawah gerimis yang membasahi bumi Manchester, mereka dihadapakan pada lawan yang selama ini mereka anggap ‘Noisy Neighbour’, ya Manchester City, hadir dengan kekuatan finansial menjadi kekuatan baru di Inggris.


United di atas angin saat banyak situs taruhan menjagokan mereka hari itu, namun kenyataan bertolak lain, hingga menit ke 90, City sudah memimpin 3-1, dan sisa injury time mereka sanggup menggelontorkan 3 gol mudah ke gawang David De Gea, United terkapar 1-6, puncak klasemen harus diserahkan kepada sang pembantai. Ferguson pun berujar, “ini adalah terbutuk sepanjang karir kepelatihan saya!”. Saat itulah pandangan para penikmat bola berubah terhadap tim ini, mereka sudah menganggap City sebagai kekuatan baru di ranah Britania. Mereka konsisten mendulang 3 poin di setiap laga mereka di EPL –meski sesekali tersendat. Bukan Man United namanya kalau tak bisa memberikan tekanan kepada City –tim yang sudah membuat malu mereka di Teater Impian, yang sudah mengakuisisi kekuasaan tunggal United di Manchester. Setelah peristiwa 23 Oktober itu, mental para punggawa United nampaknya belum pulih, pasca terguncyang itu, tapi mereka tetap stabil meraup 3 angka meski dengan hanya meraih kemenangan tipis, tercatat ada 4 pertandingan pasca tragedi itu yang disudahi United dengan skor 1-0! Sampai pada akhirnya kedatangan Wolves dihabisi 4-1. Berbeda dengan City, mereka sekarang tak segan-segan bermain menyerang, termasuk melawan Big 4 lain, mereka konsisten menang dengan skor besar.

Krisis United
United menunjukkan performa juara di awal musim –hal yang tak biasa mereka tunjukkan, Arsenal dipecundangi 8-2, Bolton 5-0 di Reebok Std dan mereka menunjukkan siap mengakhiri musim dengan performa luar biasa ini. Tapi satu hal yang selalu menghantui mereka datang yaitu, cedera! Matchday ke-4 EPL, playmaker potensial mereka, Tom Cleverley cedera, sebuah pukulan telak bagi United, cara bermain United pun berubah. Lalu diikuti oleh banyak punggawa lainnya, dan yang paling membuat United terpukul adalah cederanya terminator karang kokoh mereka dan sekaligus pemimpin, Nemanja Vidic hingga akhir musim. Rotasi skuad dilakukan Fergie, Rooney menjadi gelandang, Phil Jones dan Rafael menjadi gelandang, karena krisis gelandang tengah. Tapi mereka tetap menunjukkan mental juara mereka, mereka selalu menekan City sampai hari itu tiba.

Turning Point?
Tercatat ada beberapa game yang seharusnya United bisa memotong laju City, contohnya di awal 2012, City kalah lewat gol controversial Ji Dong Won di Stadium Of Light, tapi United pun ikut-ikutan kalah sehari sebelumnya 2-3 dari Blackburn di Old Trafford. Saat United menang dari Stoke pertengahan Januari, dan ‘sang agen’ di Everton, Darron Gibson memenangkan Everton atas City, saat itu perolehan poin mereka sama, namun United kembali gagal memanfaatkan momentum, saat mereka harus menghadapi Chelsea beberapa hari berselang, City pun kembali unggul. Balap-balapan seru itupun mencapai fase klimaks kemarin, 11 Maret 2012, saat United menanti West Brom di Manchester, dan City harus bertandang ke Wales untuk menghadapi Swansea. Wayne Rooney dan Luke Moore menjadi bintang hari itu, gol-gol mereka memberikan sebuah perubahan di tabel Premier League. Kini United memimpin Liga! Inikah turningpoint Man United untuk terus memimpin perburuan Liga sampai akhir musim. Eits, sabar dulu, penetuan lebih tepatnya terjadi tanggal 30 April nanti, saat kedua tim bersua di Etihad, secara dukungan jelas City unggul, tapi dalam pertemuan pertama di Etihad awal tahun ini, United menunjukkan mereka tak perlu takut atas City, mereka keluar sebagai pemenang 3-2.

Memang liga masih tersisa 10 gameweek lagi, tapi secara jadwal United diuntungkan, karena tercatat hanya Sunderland, Everton yang mungkin berpotensi menjegal United, selain City tentunya. Sementara City mereka harus bertandang ke Emirates melawan Arsenal, melawan Chelsea di Etihad, dan masih klub-kub yang berpotensi menjadi penjegal serupa Newcastle atau Sunderland. Jika United mamu konsisten meraup 3 poin dan sukses menggalkan City menang di Etihad, gelar ke-20 sudah semakin dekat. Dan yang jelas, semakin meninggalkan perolehan Liverpool. United We Do!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar