Kegusaran tergambar di wajah adikku, dia merasakan ketidakpastian sejak pukul 4 sore kemarin. Dia tak henti-henti membuka website yang tertera di secarik kertas kuning, lewat laptop-nya dia tak menemukan apa-apa. Hanya kekecawaan dan ketidakpastian.
2 tahun lalu, perasaan yang dia rasakan itu juga pernah aku rasakan. Menunggu kepastian diterima di sekolah yang diingini, namun karena nilai yang hanya sebatas nilai siswa medioker, harap-harap cemas menunggu apakah aku akan menjadi siswa yang mengenakan celana abu-abu dan lambang sekolah di samping lenganku.
Tapi, kali ini berbeda, adikku juga menunggu kepastian masa depannya, namun kali ini dia tak perlu memikirkan nilai Ujian Nasionalnya, yang sudah cukup bagus.
Ya, minggu lalu, dia mengikuti tes penerimaan siswa baru di SMA favorit dan terbaik di Sumatera Barat ini, pilihan pertamanya SMAN 1 Sumatera Barat, sebuah sekolah yang baru membuka kelasnya tahun ini, dan berusaha menjadi sekolah bertaraf Internasional di Sumatera Barat. Dari beberapa informasi yang ku terima, bahwa guru-guru di sekolah ini adalah guru bertitel, Best of the Best, ya,http://www.blogger.com/img/blank.gif guru untuk sekolah ini adalah mereka-mereka yang terbaik lewat sebuah seleksi ketat, menurut kabarnya pendidikan minimal gurunya adalah S2 --ya, sebuah sekolah yang sangat baik di Sumatera Barat ini--, namun karena tahun ini baru buka, maka kita belum bisa melihat apakah sekolah ini bagus, namun dari janji yang diberikan, kita bisa membayangkan bahwa sekolah ini memang bagus.
Kedua, SMAN 1 Padang Panjang, siapa yang tidak tahu kualitas sekolah ini, terbaik di Sumatera Barat, dan banjir prestasi, dan jika Anda bertanya kepada siswa di Sumatera Barat ini, "SMA mana yang bagus di SUMBAR ini ??" sebagian besar dari mereka pasti akan menjawab, "SMAN 1 Padang Panjang !!". Ya, memang tak perlu diragukan lagi kualitas sekolah ini.
Berulang kali adik-ku membuka Website Sekolah SMAN 1 Padang Panjang. Namun ia tak kunjung menemukan nama 'Annisa Nurfiatul Aini'.
Dia semakin gusar karena aku selalu menakutinya, "Kalau begitu, namanya gak lolos !!" berulang kali aku tegaskan kata-kata yang membuatnya, sudah membayangkan bahwa dia akan bersekolah di Solok, tepatnya di Sekolahku/
Dia sudah mulai mencari informasi lewat facebook, namun tak kunjung berakhir. Lalu memanggil temannya via telepon, SMS teman, sampai dia tidur, masih NIHIL, tak ada informasi mengenai kelulusannya.
Hape-nya bergetar, dicek lah hape itu oleh tante-ku, "Assalamualaikum Nisa !! Alhamdulillah Nisa lulus di SMAN Sumbar, nis... selamat ya nis..." begitulah potongan penting dari isi pesan singkat temannya.
Ya, dia dibangunkan dari tidurnya, diberi kabar demikian, dia terlihat sangat senang, dan entah bagaimana perasaannya, ketidakpastian itu buyar, dan muncullah kepastian, jalan menuju asa yang besar menuju cita-citanya menggapai segala yang ia impikan selamaa ini, karena dia telah melabuhkan dirinya di sebuah bahtera yang akan membawanya menuju pelabuhan kesuksesan, ya, berikutnya tergantung padanya, apakah dia akan tetap tegar bertahan di bahtera itu dengan segala rintangan menuju pelabuhan kesuksesan.
"Selamat cha, buatlah harum nama keluarga, dan banggakanlah Papa dan Ibuk juga Bundo, Angku serta Anduang dan yang lainnya. Nikmatilah semuanya dan jangan pernah terbebani dengan cita-citamu. Arungilah laut menuju kesuksesan itu dengan kepala tegak, kelak suatu saat kamu akan menjadi kebanggaan kami !!" itulah pesan dariku baginya.
Semoga dia terus berkembang dan semakin terasah untuk menjadi pribadi kuat dan pintar.
Congrats My Sistah !! :)
Congratulation!
BalasHapusAnyway, man to man, we were better than Padang Panjang. But as a group, yes, lot of to improve from our school.
Keep a good work!
You have a good writing skill. ;-)
Benx! 2001