Garuda Kebanggaanku...
Kuyakin hari ini pasti menang!!!

Ya, sepenggal lirik lagu diatas yang akhir-akhir ini begitu menggema di seluruh Nusantara, muaranya hanya satu, SATU DUKUNGAN bagi para Arjuna Kebanggaan Bangsa yang saat ini sedang berjuang memeprtaruhkan nama bangsa dengan Garuda di dada kiri mereka!!
Euforia bola inilah yang mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme segenap rakyat Indonesia yang sudah pudar sejauh ini. Bola mengangkat martabat suatu bangsa!
Itu sejenak wejangan untuk catatan ringan ini!
Mungkin memori buruk ini masih belum bisa hilang dari memori kita semua, ketika para Arjuna kita dipecundangi Jiran, bahkan Harimau Belia itu mengalahkan kita dengan sebuah perbedaan yang begitu mencolok, 3 defisit angka harus ditempuh untuk bisa menggapai sebuah titel yang begitu bergengsi.
Ya, sah sah saja jika kita para suporter setia Garuda menyalahkan cara haram yang dilakukan suporter Jiran, ada yang menyebut menembakkan sinar laser, menaburi obat alergi gatal ketika Timnas berlatih, atau mungkin bus Timnas yang disengaja dibuat terlambat. Jika kita menyalahkan itu sepenuhnya, berarti kita belum profesional, masih belum bisa menerima kekalahan itu dengan lapang dada. Dan kita pun tak perlu membalas kelakuan barbar mereka di SUGBK nanti! Suporter kita memang anarkis tapi Suporter kita masih menjunjung tinggi sportifitas!
Jika kita menelaah pada permainan yang disuguhkan dihamparan karpet hijau Bukit Jalil, kita pantas mengakui bahwa Harimau Malaya memang bermain lebih baik dari kita. Alasan politisasi sepakbola yang mengacaukan konsentrasi Timnas seperti membawa para Arjuna yang akan bertanding kesini kemari, bahkan saat itu kita belum meraih apa-apa, kita belum juara, tapi sambutannya bagaikan kita telah merengkuh trofi emas Piala Dunia. Tahukah kalian, para sampah politik? hal yang kalian lakukan sama dengan meruntuhkan semangat Arjuna kita untuk bertanding. Saya lebih setuju acara seperti itu anda lakukan ketika Timnas telah benar-benar juara, bukan juara dalam artian menang 100%. Bukan!
Arjuna kita butuh konsentrasi, mereka tak butuh jamuan makan siang yang telah merenggut konsentrasi mereka. Kau! PSSI, janganlah ikut campur dalam segala urusan pahlawan kami, berikan sepenuhnya kepada pelatih, dia lebih tahu apa yang dibutuhkan tim, kalian disana hanya datang sebagai pengacau, perusak. Cukuplah! Ini sudah terlalu berlebihan.
Kita kalah 0-3, butuh selisih 4 gol agar kita bisa benar-benar juara, ini bukan sesuatu yang mudah, Malaysia sekarang, bukan Malaysia yang ketika kita ganyang 5-1. Mereka sudah berubah, mereka belajar dari kebodohan. Jadi, para Arjuna kami janganlah merasa takut untuk bisa kembali mengganyang mereka!
Ingatkah anda Tragedi Instanbul? Kota besar Turki wilayah Eropa itu menjadi saksi bisu akan sebuah drama yang tidak kita sangka. Saat itu terjadi final Liga Champions Eropa antara Liverpool vs Milan, mungkin anda masih ingat ketika Milan unggul 3-0 di babak pertama lewat gol cepat Paolo Maldini, dan suntingan dua gol Hernan Crespo, yang memebawa Milan seakan-akan sudah meraih trofi Champions, namun di babak kedua berkat dukungan suporter Liverpool yang tak kalah fanatik dari suporter Indonesia menyanyikan lagu You'll Never Walk Alone atau mungkin Garuda Di Dadaku untuk kitanya. Hanya dalam waktu 15 menit Liverpool berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3, lewat gol Steven Gerrard menit 54, lalu tendangan jarak jauh Vladimir Smicer menit 56, dan tendangan penalti Xabi Alonso di menit 60. Bayangkan hanya 15 menit mereka berhasil menyamakan kedudukan, dan menjadi juara setelah menuntaskan drama adu penalti!
Bayangkan betapa luar biasanya motivasi dari penonton, Kita Belum Kalah, masih ada waktu 3 hari untuk brebanah dan 90 menit untuk mencetak gol dan menang! (buat yang pengen liat videonya liat dimari! )
Kita masih bisa, kita harus optimis! Jangan menyerah, memang sulit tapi jika dukungan, doa dan semnagat kita kepada Arjuna kita, bukan tak mungkin kita JUARA!!
Arjunaku berjuanglah, bawa Garuda kita semua terbang dan tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah bangsa yang kuat!!
Thanks for Reading!!
Budayakan Berkomentar!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar