Kamis, 02 Desember 2010

Sukses Ganyang Malaysia 5-1


Malam itu aku berlarian penuh semangat menuju rumah dan segera menatapi layar kaca tentulah untuk menyaksikan buah tangan dingin Alfred Riedl dalam debut resmi pertamanya dalam pertandingan berlabel turnamen bersama Gardua. Perasaan senang beraduk cemas mengelabuiku malam itu, karena aku tahu bahwa Thailand gagal menekuk Laos, aku kembali dari menonton pertandingan itu dari warung internet, dan yang membuatku cemas, apakah semangat yang sudah ku koar-koarkan selama tiga hari terakhir, “GANYANG MALAYSIA”, baik di rumah, sekolah ataupun jejaring sosial.

Duduk diatas permadani yang terbentang, hamparan rumput hijau Bung Karno, Senayan serta semangatnya menyanyikan “Indonesia Raya” di rumah bersama kakakku, dia menemaniku hanya karena menunggu idolanya, Irfan Haarys Bachdim. Sang pengadil meniup pluit kick off, maka dimulailah suatu pertandingan yang didedikasikan untuk mempertaruhkan harga diri bangsa, yang belakangan ini sudah dikotori oleh jiran kami itu. Jelaslah, Bung Karno, kekuatan fans adalah nilai lebih Indonesia dari dulu-dulunya, malah pemain keduabelas inilah yang membuat lawan lebih cemas dibanding kecemasan terhadap sebelas pemeran utama yang akan bertumpah peluh di atas karpet hijau itu sembilan puluh menit kedepan. Aku sangat puas ketika dua menit medio kick off, gempuran GARUDA nyaris membuat seisi Bung Karno riuh dengan sorakan, itulah peluang pertama Indonesia dari pemain yang tak ada ikatan apapun dengan Indonesia, namun rasa nasionalismenya melebihi rasa nasionalisme rakyat yang sudah tulen Indonesia, dialah pemain naturalisasi pertama Indonesia, Cristian ‘El Loco’ Gonzales, rasa grogi jelas masih ia rasakan sehingga skor saat itu masih 0-0. 10 menit berlalu, GARUDA masih dengan kekuatannya mampu menekan Malaysia, namun aku dikejutkan lewat sebuah counter-attack yang rapi, plus kesalahan Hamka Hamzah, memberikan pil pahit bagi Markus yang baru saja mempersunting gadis yang bergelut di dunia keartisan, dan GOOL!! Malaysia mengejutkan seisi Bung Karno, dan aku semakin cemas, dan akan berpikir bahwa esok hari hujatan dari warga jiran akan semakin membuat malu negeri yang kucinta ini, Malaysia 1-0 Indonesia.
Tak butuh masa lama bagi GARUDA untuk menahan malu, crossing fullback Moh. Nasuha, yang awalnya akan dikirim kepada idola kakakku, Bachdim, namun Asra malah membelokkan si bola menuju gawang sendiri, cukuplah 1-1 dan aku semakin optimis karena aku memprediksi pertandingan akan berakhir 4-1, tak lama setelah itu, El Loco, menambah gol bagi kami Indonesia, insting gol yang tiada batas dari WNI kemaren sore ini memberikan keunggulan pertama Indonesia di AFF 2010 ini. Dan babak 1 berakhir dengan keunggulan 2-1 bagi GARUDA, namun melihat permainan Indonesia masih jauh dari kata memuaskan.
Babak 2, GARUDA makin menggila, keharmonisan kaki ke kaki, bermuara pada gol ketiga dari Mohd. Ridwan, kerjasamanya dengan sang Idola, Irfan Haarys Bachdim memberikan sebuah gol yang sangat indah, indah gol ini bisa dilihat dari prosesnya, Begitu indah, senyum indah tergambar dari wajah kakekku, serta kakakku yang tak henti-hentinya meneriakkan, “Bachdim... Bachdim...”. GARUDA semakin terbang jauh ketika keputusan Alfred Riedl menarik scorer Mohd. Ridwan dan memasukkan Arif Suyono, tak perlu lama-lama bagi supersub ini untuk mencicipi kerasnya permainan, beberapa menit setelah Suyono masuk, ia berhasil menyarankan bola ke gawang Jiran untuk keempat kalinya bagi Indonesia, permainan Indonesia semakin indah – tak seperti biasanya, semakin menua usia permainan maka semakin lemahlah fisiknya pemain-- namun ini tidak, sungguh berlawanan dari biasanya. Ketika usia permainan akan ditutup, sebuah umpan yang memukau dari anak kecil dari Timur, Okto Maniani memberikan kemudahan bagi kakakku untuk bersorak, “Bachdim... Selain ganteng, kamu hebat juga ya!!”, dia menutup pertandingan 5-1 bagi Indonesia, Irfan Haarys Bachdim.
Mereka boleh mengklaim batik punya mereka, pendet punya mereka, namun kemenangan malam ini, mereka tidak bisa mengklaim, sebab dunia sudah tahu. Dan aku lega dengan hasil akhir ini, karena esok pastinya hujatan dari warga Jiran kepada bangsa kami, tidak akan terjadi, karena kami menang besar atas mereka!!!


Thanks for Reading!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar