
Judul tulisan saya ini sangatlah mengutamakan faktor non-teknis dari kegagalan Semen Padang di partai tandang saat menghadapi Persiba Balikpapan, di Stadion Persiba..
Sore ini (23/11), Semen Padang bertamu ke Balikpapan untuk menjalani partai ketujuhnya di Indonesia Super League, hadir dengan kekuatan penuh dan stamina fit, menjadi modal bagi Semen Padang untuk mewujudkan ekspektasi pelatih yaitu mencuri poin di Balikpapan.
Di awal pertandingan Semen Padang bermain lamban, pun dengan Persiba, namun sebuah kejeniusan dari second line Semen Padang untuk mengirimkan umpan tusukan kepada sang icon Edward Junior Wilson, ketenangan sang-bomber dalam melakukan sprint sangatlah sempurna, sliding yang dilakukan Mijo Dadic si nomor 20, tak menghancurkan semangat Edward, sebuah ketenangan dalam eksekusinya mengecoh Galih Sudaryono dan membawa Semen Padang leading 1-0 di menit 5, menambah golnya mejadi 7 musim ini.
Seepuluh menit berlalu, pertahanan yang longgar di pertahanan kiri Persiba membuat El-Capitano Elie Aiboy mudah mengirimkan umpan terukur kepada si legam, sundulannya untuk menambah golnya, digagalkan oleh tiang gawang, pantulan bola keluar membuat harpan Semen Padang untuk menjauh gagal.
Setelah pertandingan berlangsung membosakan, baik Semen Padang maupun Persiba cenderung bermain lamban.
Di akhir babak pertama, The Supersub Persiba, Eki Nurhakim masuk menggantikan Sutan Samma, di babak pertama peran Eki belum terlihat.
Babak 2.
Teknik Sepakbola khas Indonesia pun iterapkan Semen Padang yaitu 'bertahan ketika leading'. Ini sangatlah riskan, pola seperti ini membuat Persiba mudah mengrimkan umpan-umpan ke jantung pertahanan Kabau Sirah.
Puncaknya di menit 58, sebuah bola kiriman menuju gawang Semen Padang, kontrol kurang sempurna, eks-kiper Timnas, Samsidar membuat bola membentur mistar gawang, dan bola yang begitu ingin masuk lapangan, memudahkan Eki Nurhakim menyamakan kedudukan, karena posisi Samsidar yang sudah terkecoh karena pengaruh tiang gawang, di tiang gawang yang sama kemurkaan terjadi bagi Semen Padang, di tiang gawang itulah Esward gagal mencetak gol, dan karena tiag itulah Persiba mampu menyamakan angka.
Mungkin orang Minang mengutuk tiang itu!!!
Beberapa menit setelah gol itu, Semen kembali mulai menyerang, puncaknya ketika placing bola dari Esteban Vizcara menuju tiang juah, nyaris mengahdirkan petaka bagi Beruang Madu, namun tiang gawang kembali menjadi tembok terahir pertahanan beruntung Persiba.
Di menit 82, cedera menghampiri sang portiere andalan, Samsidar, ketika bermaksud menghalau bola, sang kiper malah bertabrakan dengan playmaker Persiba, Robertino Pugliara. Sansidar harus ditarik keluara, debut perdana kiper 23 tahun, Jandia Eka Putra, menjadi sebuah beban, karena saat itu Persiba sedang bertubi-tubi menyerang pertahhanan Tim Urang Awak.
Namun keberuntunga menaungi Jandia, tak ada peluang berbahaya baginya. Dan Semen Padang pulang dengan 1 poin. Poin ini merupakan ekspektasi pelatih, namun melihat permainan Semen Padang bisa menang, namun bukanlah Balistik yang menjadi pemain keduabelas bagi Persiba, melainkan tiang gawang!!!
Pertandingan berikut Semen Padang akan menantang PSM Makassar, di Stadion Andi Matalata, Makassar.
Dengan ini Semen Padang telah mengoleksi 14 poin, dan memasukkan 11 gol serta kebobolan 7 gol!!!
Maju Semen Padang!!!
Bravo Kabau Sirah!!!
Thanks for Readig!!
Budayakan Berkomentar!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar