Minggu, 28 November 2010

Goodbye Guangzhou, Welcome Incheon 2014


Pesta multievents olahraga se-Asia resmi ditutup kemaren (23/11), dimana upacara penutupan berlangsung sangat meriah, dan memunculkan Host China sebagai juara umum dengan sabetan 199 emas, 119 perak dan 98 perunggu, sebuah pencapaian yang luar biasa dari negara tirai bambu ini, mereka mampu meninggalakan jauh sang runner-up Korea Selatan yang hanya mampu menyabet 76 emas, 65 perak, dan 91 perunggu.
Bagaimana dengan Indonesia??

"Ini adalah Asian Games yang paling spektakuler sepanjang sejarah!!" pujian itu terucap dari mulut Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, Presiden Olympic Council. Benar! Pergelaran kali ini memang sangat sensasional, Guangzhou yang ditunjuk menjadi tuan rumah, benar-benar telah menunaikan tugasnya dengan begitu maksimal, dan hasil bisa kita lihat.
Pada upacara penutupan, berbagai atraksi digelar. Perbedaan budaya di Asia direpresentasikan dalam musik dan tari-tarian yang berasal dari India, Lebanon, Jepang, Kazakhstan dan Mongolia.
Dan untuk 2014 Incheon di Republik Korea Selatan siap menggelar multievents ini, dan sebelumnya di 2002 Korea juga telah menjadi tuan rumah, saat itu kota Busan lah yang menjadi host.

Indonesia sendiri menutup Asian Games ini finish di posisi 15 dengan kumpulan 4 emas, 9 perak dan 13 perunggu. 3 emas kontingen Indonesia diperoleh dari cabang Dragon Boat, nomor 250 meter, 500 meter dan 1000 meter putra, dan satu emas lagi disumbang pasangan ganda putra Bulutangkis Markis Kido/Hendra Setiawan yang 2008 lalu juga sukses meraih emas di Olimpiade Beijing.
Sementara Cabang Perahu Naga yang diprediksi tak akan berbuat apa-apa malah menjadi cabang yang menyelamatkan muka Indonesia di Asian Games kali ini dengan sumbangan 3 emas dan 3 perak.
Dalam rangking di regional Asia Tenggara Indonesia masih kalah dari Thailand dan negeri jiran Malaysia, Thailand finish di posisi 9 dengan 11 emas, 9 perak dan 31 perunggu dan Malaysia di posisi 10 dengan 9 emas, 18 perak dan 14 perunggu.

Meski demikian, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Rita Subowo menyambut baik. Pasalnya, Asian Games kali ini, Indonesia mengalami peningkatan dalam perolehan medali. Jika di Asian Games 2006 Doha, Qatar, Indonesia hanya mampu memperoleh 2 emas, 2 perak, dan 15 perunggu.

"Ini upaya peningkatan prestasi yang baik. Tapi, Indonesia harus tetap lebih giat lagi membangun olahraga," kata Rita.

Semoga Indonesia mampu meningkatkan prestasinya di Incheon 4 tahun mendatang, sebelum itu ujian menanti 2011 mendatang di ajang South East Asian Games (SEAG) di Sumatera Selatan.


Thanks for Reading!!
Leave your Comment!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar